Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 1, 2018

APBMI : Bengkakkan Biaya Logistik PNBP Pengawasan Minta Dihapus

SURABAYA – Dirasa menjadi beban bagi perusahaan bongkar muat dan menyebabkan biaya logistik membengkak di pelabuhan, Assosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) melalui pembahasan bersama telah mengajukan penghapusan PNBP biaya pengawasan bongkar muat sebesar 1 persen yang telah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 20016 dan sudah berjalan hingga kini.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APBMI, Sahat Simatupang mengatakan kalau pihaknya telah melakukan pembahasan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 1 persen dari ongkos pelabuhan pemuatan dan ongkos pelabuhan tujuan (OPP/ OPT) yang dibebankan kepada PBM sebagai biaya pengawasan bongkar muat barang untuk ditiadakan. Mengingat hal tersebut dipandang kurang tepat dan tarif itu hanya akan menaikkan biaya logistik.

“Alhamdulillah itu sudah disepakati kemarin waktu rapat agar itu dihapus dari PP 15 tahun 2016 dan saat ini sudah dinaikkan ke pemerintah dan tunggu ditandatangani Presiden serta pemberlakuann…

Akhir Perseteruan APBMI Jatim Di Era Herwanto

SURABAYA – Bersatunya dua kubu DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur yang sempat memanas sekira 2 tahun akhirnya dingin dan mencair dalam satu kesatuan yang utuh. Hal itu disanbut baik okeh Herwanto selaku Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak.

“Alhamdulillah kesepakatan sudah terjalin antara kedua belah pihak baik kelompok pak Kody dengan kelompok pak Haryono dalam satu APBMI Jatim,” ujarnya ketika memberikan sambutan acara Sosialisasi ongkos pelabuhan pemuatan dan ongkos pelabuhan tujuan (OPP/ OPT) 2018 di GEDUNG APBMI Jawa Timur Jl. Teluk Penanjung Tanjung Perak, Rabu (28/2/2018).

Herwanto mengapresiasi yang sangat tinggi atas terjalinnya satu komunikasi yang selama ini beda persepsi yaitu antara kelompok APBMI pimpinan Kody dengan kelompok Haryono namun sekarang telah melebur menjadi satu.

“ Saya tidak ingin melihat kebelakang tetapi mari kita lihat kedepan, kalau kita mundur kebelakang berarti bukan mau maju,” ungkapnya.

Mari kita berjalan beriring…