Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 19, 2018

KSOP Kupang Harap DPW ALFI/ILFA Solid Demi Logistik Nasional

KUPANG – KSOP Kelas III Kupang ingatkan para pebisnis jasa ekspedisi angkutan laut dapat memberikan banyak kontribusi positif untuk meningkatkan dan mewujudkan usaha jasa pengurusan transportasi serta penyedia jasa logistik yang sehat dan mandiri. Hal itu disampaikan dalam pembukaan rapat terbatas anggota dan calon DPW ALFI/ILFA Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at (19/1/2018).

“Saya berharap ALFI/ILFA dapat terus memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung kinerja industri kepelabuhanan dan pelayaran di Kupang dalam sistem logistik Nasional,” ujar Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang yang diwakili Kasie SHSK, Capt. Ari Wibowo saat membuka rapat tersebut.

Menurut Ari, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP.781 Tahun 2012 tentang Asosiasi Logistik dan Himpunan Forwader Indonesia (ALFI)/ Indonesian Logistics and Forwarders Association (ILFA), bahwa Menteri Perhubungan selaku pembina teknis terhadap Asosiasi Logistik dan Forwa…

Anggota Navigasi Palembang Bertandang Ke VTS Surabaya

SURABAYA – Guna menyempurnakan pemahaman bagi operator Vessel Traffic Service (VTS ) Distrik Navigasi klas I Palembang  mengirim dua orang anggotanya ke Surabaya untuk melakukan orientasi penguasaan operasi penyimpanan data pengamatan laut pada VTS Palembang.

Kepala Dinas Distrik Navigasi Klas I Palembang, Ir. Supardi mengatakan, penugasan kedua anggotanya ke Surabaya itu dalam rangka pemahaman pengoperasian back up data hasil pantau laut yang dilakukan VTS Palembang.

“Sementara ini peralatan yang ada belum maksimal dioperasikan mengingat SDM kami perlu penguasaan secara detail makanya kita kirim saudara Dody Saputra dan Frengky L lakukan orientasi di VTS Surabaya,” tuturnya, Jum’at (19/1/2018).

Menurut Supardi, saat ini di oprasional VTS Palembang hasil recordnya pengamatan laut yang tersimpan di data tersimpan secara menumpuk sehingga bila diperlukan suatu waktu sangat sulit harus mencari satu persaatu sehingga perlu dilakukan pengembangan teknologi back up datanya secara otomatis meny…

Bos PT Dumas Terseret Kasus Gratifikasi Mantan Dirjen Hubla

SURABAYA – Terseretnya Bos perusahaan galangan PT Dumas yang berpusat di Surabaya itu terungkap dalam persidangan kasus korupsi mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, yang didakwa menerima suap Rp2,3 miliar serta  menerima gratifikasi jumlahnya fantastis dalam berbagai mata uang dari beberapa kalangan.

“Terdakwa telah melakukan serangkaian perbuatan yang masing-masing dipandang sebagai perbuatan berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi," kata jaksa KPK Mayhardy Indra Putra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Dalam persidangan, jaksa menyebut pada Juli 2017,  Tonny menerima uang 10.000 dollar Singapura dari Bos PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Yance Gunawan sebagai salah satu pemberi gratifikasi.

Atas perbuatannya, Yance berpeluang berhadapan dengan jerat hukum penjara hingga seumur hidup atau denda Rp. 1 miliar seperti yang tertuang dalam
ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan…