Langsung ke konten utama

Pertamina VS Pelindo 3 Belum Tuntas Sama – sama ‘Alot’

PERTAMINA KEKEH SAAT DITUDING PELINDO 3 TRESPASSING BENOAKADE SURABAYA
Pekarangan yang sempat dipasang di benoakade Surabaya oleh pelindo 3.
SURABAYA – Sempat alami kelangkaan masalah bahan bakar minyak (BBM) kapal di Tanjung Perak, hal itu lebih disebabkan ada ketidak harmonisan hubungan bisnis antara Pelindo 3 dengan Pertamina yang dipicu pembagian hasil kerja yang diingkari Pertamina sehingga memicu kemarahan operator pelabuhan itu.
Pertamina dituding telah ingkar janji atau melakukan pelanggaran oleh Pelindo 3 dalam operasional loading kapal-kapal bunker di Benoakade Surabaya seperti percakapan yang diperoleh titikomapost dimana CEO PT Pelindo 3, I Gusti Ngurah Askhara Dana Diputra  dengan jajarannya sedang menyoal bagi hasil dari kegiatan Pertamina.
“Sesuai pembicaraan dengan Pak KGPH akan ada email dari direktur Pertamina tentang kesepakatan bagi hasil dan akan di formal kan dalam perjanjian tertulis maksimal 5 hari kerja. Email di bawah bukan sama sekali seperti yang di bicarakan. Karena yang Pertamina lakukan adalah tresspassing/pelanggaran atas lahan milik Pelindo 3 Group,” bunyi cuplikan percakapan CEO Pelindo 3 melalui whatsapp (7/9).
Namun, VP Corporate Communication. PT Pelindo III (Persero), Suryo Khasabu terkesan menutupi fakta kalau persoalan itu seputar pembagian komisi dari kegiatan loading Pertamina di Benoakade Surabaya. Dia lebih menekankan bahwa ada hubungan kerja yang kurang pas sehingga harus dilakukan evaluasi kembali.
“Sedang dilakukan evaluasi bisnis antara pelindo 3 dengan mitranya yang dalam hal ini pertamina dan diharapkan bisa kelar dalam bulan ini juga,” terangnya kepada titikomapost.
Sedang, pelarangan terhadap kapal bunker tidak bisa loading di Benoakade Surabaya sekitar empat hari oleh Pelindo 3 yang berdampak pada kegiatan bongkar muat kapal maupun logistik serta penumpang, akhirnya dengan turun tangannya pemangku kepentingan di pelabuhan akhirnya hari Senin ( 10/9) pagi station pengisian kapal bunker dibuka kembali.
“Alhamdulillah sudah pak, Senin subuh kemarin sudah bisa loading,” kata salah satu operator kapal penumpang saat dikonfirmasi titikomapost, Selasa (11/9/2018).
Sementara itu, Pihak Pertamina saat dikonfirmasi melalui Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, masalah dengan Pelindo 3 masih belum ada titik temu.
“Masih belum clear mas, itu rencana yang akan dibahas untuk diselesaikan segera,” jelasnya, Selasa (11/9/2018) malam kepada titikomapost melalui Whatsapp.
Tapi Rifky menegaskan, bahwa operasional loading di benoakade surabaya sudah beroperasi lagi sehingga kapal-kapal bunker sudah tidak lagi terhambat dalam pengisian BBM.
“Informasi dari teman-teman dilapangan dermaga benoa kade sudah full dapat beroperasi lagi,” katanya.
Dari persoalan yang masih belum terpecahkan antara Pelindo 3 dengan Pertamina itu dikhawatirkan akan terulang penyegelan serupa. (RG).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGADUAN: PDAM LAYANI NON STOP 24 MESKI LIBUR

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pastikan kebutuhan air terserap pelanggan dengan baik, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada tetap siaga meski libur lebaran berlangsung. PDAM Surya Sembada Surabaya tidak akan mengurangi pemberian pelayanan pengaduan / teknis sebagaimana biasanya. Demi hal tersebut jajaran direksi berjibaku lakukan sidak langsung terhadap Instalasi Pengelolahan Air Minum (IPAM) dan rumah pompa guna memastikan kualitas, kuantis, dan kontinuitasnya tetap terjaga.

Seperti yang dikatakan Ashari Mardiono Direktur Utama PDAM Surabaya dalam sambutannya diacara buka puasa bersama wartawan dan rekan media di hotel Crown Prince Jl basuki rahmat Surabaya bahwa pihaknya tetap akan memberikan pelayanan seperti sebelumnya hanya saja pelayanan administrasi di liburkan hingga tanggal yang telah ditentukan.

Ashari juga menegaskan bahwa khusus untuk wilayah yang dikeluhkan, mengingat banyak masyarakat Surabaya yang mudik di luar kota Surabaya. PDAM akan menambah kapasitas air di wi…

BOCAH DIPAKSA ML GEGERKAN WARGA PERAK

ASUSILA[TitikKomaPost.com] Heboh beredarnya video mesum yang diperankan anak di bawah umur tak pelak membuat sebagian besar masyarakat khususnya kaum ibu gelisah, hal ini tampak dari raut wajah ibu-ibu yang lagi nunggu anaknya sekolah di salah satu taman kanak-kanak (TK) di Perak Surabaya saat membicarakan hal tersebut.

Mereka geram atas perbuatan yang tidak bermoral itu. Para ibu-ibu itu kesal pada pelaku yang sengaja merekam dan menyuruh anak di bawah umur beradegan mesra layaknya sepasang suami istri. Dalam video berdurasi 4 menit 8 detik tersebut, terlihat seorang bocah laki-laki berusia sekitar 6 tahun dan bocah perempuan yang badanya sedikit lebih besar yang usianya sekitar 8 tahun dengan arahan melakukan hubungan badan.

"Kurang ajar itu yang nyuruh, apa ngak punyak moral kali orang itu," keluh mereka yang engan disebut namanya, Rabu (27/5/2015).

Dari suara yang keluar dari video, perekam merupakan remaja dengan logat jawa yang kental.

Perekam terdengar menyuruh dua anak…

PERMUDAH PENGURUSAN BUKU PELAUT SYAHBANDAR PERAK BERLAKUKAN SISTEM ONLINE

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Tingkatkan pelayanan publik pembuatan buku pelaut, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak memberlakukan sistem informasi berbasis teknologi (IT) yang lebih dikenal sistem online. Dengan sistem ini diyakini akan memberi kemudahan dan mewujudkan pelayanan yang bersih dari praktek-praktek kotor yang dilakukan oknum petugas Syahbandar. Hal itu diyakini Syahbandar Tanjung Perak, Capt. Hari Setyobudi, MM, Jum'at (1/4/2016)

"Dengan pelayanan online ini akan mempercepat proses pelayanan dan yang terpenting akan menghindarkan praktek main mata dengan petugas," ujar Capt. Hari Setyobudi Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Surabaya saat dikonfirmasi, Jum'at (1/4/2016).

Menurut Hari, manfaat pemberlakukan pengurusan buku pelaut dengan sistem online ini sedikit banyak akan menepis anggapan minor terkait layanan yang disebut-sebut adanya pemberlakukan praktek 'pungli' yang dilakukan oknum syahbandar. Dan yang terpenting dengan dit…