Langsung ke konten utama

Buah Masalah Kapal Tanker Gagal Sandar Syahbandar Tegur Pelindo III

Kondisi tanker sandar saat normal di pelabuhan Tanjung Perak.
SURABAYA – Belum selesai masalah dengan Pertamina, kini giliran PT AKR berhadapan dengan PT Pelindo III yang berujung adanya pelarangan penyandaran kapal-kapal pengangkut minyaknya. Hal itu sangat berdampak pada penyediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal-kapal di Tanjung Perak.
Persoalan gagalnya kapal-kapal PT AKR sandar itu sendiri telah  masuk hingga ke meja Syahbaandar Tanjung Perak. Hal itu tampak adanya pembahasan yang dilakukan dengan pihak Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak yang bertempat di kantor Syahbaandar, Senin (10/9/2018).
Kepala kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Amiruddin.MM mengatakan, sesuai dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2008 bahwa yang dapat menunda dan menahan kapal hanya syahbandar setelah ada perintah dari pengadilan.
“Jadi kalau ada instansi apalagi pelindo menahan dan menunda termasuk menunda penyandaran kapal merupakan penyalagunaan wewenang,” tegasnya.
Menurut Amiruddin, apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini telah dibahas dalam rapat dengan jajaran Syahbandar dengan Otoritas Pelabuhan dimana dalam rapat tersebut sudah ada solusinya.
“Sesuai dengan kewenangan, maka syahbandar sudah memberi teguran tertulis ke Direksi pelindo 3,” jelas Amiruddin.
Sedang batas waktu yang dituangkan dalam teguran itu mengikat waktu agar pelindo mematuhi dan mengembalikan keadaan seperti sediakala.
“Saya hanya kasih waktu 3 hari,” tandasnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication. PT Pelindo III (Persero), Suryo Khasabu tak menampik kalau Pelindo 3 dengan mintra bisnisnya dalam hal ini PT AKR Corporindo dan PT Pertamina sedikit mengalami perselisian sehingga harus dilakukan evaluasi kembali.
“Sedang dilakukan evaluasi bisnis antara pelindo 3 dengan mitranya yang dalam hal ini pertamina dan AKR dan diharapkan bisa kelar dalam bulan ini juga,” ujarnya kepada titikomapost, Senin (10/9/2018).
Namun, Suryo engan memaparkan duduk perkara yang sebenarnya sampai-sampai kapal-kapal PT AKR tidak bisa sandar di terminalnya jalan Nilam. Sejauhmana perselisian itu, Dia mengaku belum tahu persis karena dirinya masih baru memangku jabatan sebagai humas perusahaan. Untuk itu, dirinya akan koordinasi dengan bagian yang terkait agar tidak salah memberikan keterangan perihal masalah tersebut.
“Sejauh mananya saya masih mempelajari karena masih baru,” akunya. (RG)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGADUAN: PDAM LAYANI NON STOP 24 MESKI LIBUR

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pastikan kebutuhan air terserap pelanggan dengan baik, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada tetap siaga meski libur lebaran berlangsung. PDAM Surya Sembada Surabaya tidak akan mengurangi pemberian pelayanan pengaduan / teknis sebagaimana biasanya. Demi hal tersebut jajaran direksi berjibaku lakukan sidak langsung terhadap Instalasi Pengelolahan Air Minum (IPAM) dan rumah pompa guna memastikan kualitas, kuantis, dan kontinuitasnya tetap terjaga.

Seperti yang dikatakan Ashari Mardiono Direktur Utama PDAM Surabaya dalam sambutannya diacara buka puasa bersama wartawan dan rekan media di hotel Crown Prince Jl basuki rahmat Surabaya bahwa pihaknya tetap akan memberikan pelayanan seperti sebelumnya hanya saja pelayanan administrasi di liburkan hingga tanggal yang telah ditentukan.

Ashari juga menegaskan bahwa khusus untuk wilayah yang dikeluhkan, mengingat banyak masyarakat Surabaya yang mudik di luar kota Surabaya. PDAM akan menambah kapasitas air di wi…

BOCAH DIPAKSA ML GEGERKAN WARGA PERAK

ASUSILA[TitikKomaPost.com] Heboh beredarnya video mesum yang diperankan anak di bawah umur tak pelak membuat sebagian besar masyarakat khususnya kaum ibu gelisah, hal ini tampak dari raut wajah ibu-ibu yang lagi nunggu anaknya sekolah di salah satu taman kanak-kanak (TK) di Perak Surabaya saat membicarakan hal tersebut.

Mereka geram atas perbuatan yang tidak bermoral itu. Para ibu-ibu itu kesal pada pelaku yang sengaja merekam dan menyuruh anak di bawah umur beradegan mesra layaknya sepasang suami istri. Dalam video berdurasi 4 menit 8 detik tersebut, terlihat seorang bocah laki-laki berusia sekitar 6 tahun dan bocah perempuan yang badanya sedikit lebih besar yang usianya sekitar 8 tahun dengan arahan melakukan hubungan badan.

"Kurang ajar itu yang nyuruh, apa ngak punyak moral kali orang itu," keluh mereka yang engan disebut namanya, Rabu (27/5/2015).

Dari suara yang keluar dari video, perekam merupakan remaja dengan logat jawa yang kental.

Perekam terdengar menyuruh dua anak…

PERMUDAH PENGURUSAN BUKU PELAUT SYAHBANDAR PERAK BERLAKUKAN SISTEM ONLINE

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Tingkatkan pelayanan publik pembuatan buku pelaut, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak memberlakukan sistem informasi berbasis teknologi (IT) yang lebih dikenal sistem online. Dengan sistem ini diyakini akan memberi kemudahan dan mewujudkan pelayanan yang bersih dari praktek-praktek kotor yang dilakukan oknum petugas Syahbandar. Hal itu diyakini Syahbandar Tanjung Perak, Capt. Hari Setyobudi, MM, Jum'at (1/4/2016)

"Dengan pelayanan online ini akan mempercepat proses pelayanan dan yang terpenting akan menghindarkan praktek main mata dengan petugas," ujar Capt. Hari Setyobudi Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Surabaya saat dikonfirmasi, Jum'at (1/4/2016).

Menurut Hari, manfaat pemberlakukan pengurusan buku pelaut dengan sistem online ini sedikit banyak akan menepis anggapan minor terkait layanan yang disebut-sebut adanya pemberlakukan praktek 'pungli' yang dilakukan oknum syahbandar. Dan yang terpenting dengan dit…