Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 23, 2016

POLISI MERASA TANDAI KONTAINER DI TPS SUDAH TEPAT UNTUK URAI DWELLING TIME

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete sikapi tegas atas tudingan pihak DPC INSA Surabaya terkait penandaan kontainer di TPS. Dia mengatakan, langkah itu dilakukan atas dasar tugas yang diamanhkan kepadnya sebagai Satgas Dwelling Time yang melihat kenyataan dilapangan menemukan adanya penyimpangan dari penumpukan kontainer tersebut

"Data yang kami punya ada 1.005 kontainer yang belum diambil oleh para importir atau pemilik barang," jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan usai mengunjungi Posko Satgas Dweling Time di area TPS, Jl Tanjung Mutiara, Surabaya, Jum'at (23/9/2016).

Menurut Takdir, dirinya bisa buktikan bahwa saat ini sudah mulai menunjukkan penurunan sebanyak 863 unit kontainer dalam dua pekan ini. Selebihnya dari 863 kontainer yang sudah diambil pemilik barang itu, masih menunggu proses pembuatan dokumen.

"Kami berharap dalam waktu dekat akan segara diangka…

DWELLING TIME : INSA SURABAYA PANDANG POLISI TERLALU OVER

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Action Kepolisian Resor Pelabuhan (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak terkait penandaan kontainer yang dianggap bermasalah di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk mengurai penyebab Dwelling Time mendapat kecaman pelaku bisnis di Tanjung Perak. Pasalnya langkah itu dianggap Indonesian National Shipowners Association (INSA) sesuatu hal yang berlebihan.

"Utamanya, pada saat melakukan sidak 100 kontainer milik importir yang lama tidak diambil untuk dikeluarkan dari TPS (Terminal Petikemas Surabaya, red)," terang Ketua DPC INSA Surabaya, Stenvens Hendry Lesawengen dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/9/2016).

Apalagi, kata Stenvens, aksi Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang memberikan tanda berupa stiker di kontainer yang masih ngendon di TPS tersebut sangat berlebihan. Seharusnya, Polisi tidak perlu melakukan tindakan yang serupa dengan penyegelan tersebut.

"Apa yang dipermasalahkan? Saya rasa tidak masalah, karena importir juga membayar sesuai tarif yan…

DI DUGA BENTUR BANGKAI TANTO HARI KLM BERKAT MULIA TENGGELAM

           ' KEKHAWATIRAN SYAHBANDAR TANJUNG PERAK TERJADI '

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kecelakaan yang menimpa Kapal Layar Motor (KLM) Berkat Mulia yang terjadi dini hari tadi sekira pukul 02.30 WIB di perairan Tanjung Perak sekitar Bouy 10 antara terminal Teluk Lamong dan sisi utara Pelabuhan Wilmar, Gresik yang diduga akibat terbentur kerangka kapal KM Tanto Hari nampaknya menjadi catatan tersendiri bagi perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line. Pasalnya perusahaan yang merupakan pemilik kerangka kapal tersebut sudah berkali-kali di surati Syahbandar untuk segera melakukan pengangkatan sisa kerangka yang ada.

"Diperkirakan KLM Berkat Mulia keluar dari alur dan membentur kerangka kapal yang tenggelam sehingga merusakkan lambungnya yang mengakibatkan KLM tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam dibagian kamar mesin," ujar Edi Sumarsono, Kepala Bidang (Kabid) Penjagaan, patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Jumat (23/9/2016).

H…