Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 17, 2016

MARLIUS : ADA APA DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN PELAYARAN TANAH AIR ?

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Nampaknya sebuah tamparan bagi lembaga pendidikan sekolah pelayaran yang ada di tanah air, pasalnya kwalitas siswa saat melakukan peraktek layar (Prala) bahkan kelulusannya masih banyak yang belum mempunyai kemampuan sesuai dengan standar ilmu kepelautan. Hal itu diungkapkan Nakhoda kapal KM Sinabung, Marlius Bahar kepada titikkomapost.com, Sabtu (17/9/2016).

"Hampir rata siswa pelayaran sekarang ini saat prala kita temukan kwalitasnya elek-elekan yang tidak menguasai materi," ujar Marlius.

Menurut Marlius, sekira mulai tahun 2000 an terjadi penurunan kwalitas dari kemampuan siswa pelayaran yang dirasakannya tatkala mendampingi mereka (Siswa.red) dalam prala. Diapun bertanya pada dirinya sendiri, Ada apa dengan sekolah pelayaran ini.

"Saya agak miris di dunia pelayaran sekarang ini stndarisasinya dirasa makin turun hal itu terlihat dari siswanya yang ada sekarang. Lulusan yang sudah bekerja sekarang tidak sedikit yang kurang tahu akan tanggung…

TPS PEDULI SUPIR TRAILER SURABAYA KUCURKAN 50 JUTA

SURABAYA[TitikKomaPost.com]Dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnasas) 2016,  PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali berikan santunan senilai RP 50 juta kepadapara supir truk yang beroperasi dilingkungannya. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian atas dedikasi para supir yang mendukung kelancaran arus barang di terminal kata  Direktur Keuangan PT Terminal Petikemas Surabaya, Nur Syamsiah, Jumat (16/9/2016) sore.

Menurut Nur Syamsiah, supir adalah salah satu komponen yang mendukung kelancaran arus bongkar muat barang diterminal TPS makanya pihaknya tidak akan melukapakan peranannya. Untuk itu, bertepatan dengan Harhubnas tahun ini semangat untuk berbagi itu diwujudkan dalam bentuk sumbangan berupa sembako dan beberapa peralatan kebutuhan para supir.

"Bantuan ini merupakan bentuk penghargaan kepada para supir trailer yang telah berkontribusi dalam kelancaran transportasi logistic dari dan ke TPS," ujarnya.


Nur Syamsiah menambahkan, kegiatan bakti so…

DWELLING TIME : IMPORTIR JATIM TAK ADA SOAL

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Hebohnya masalah tudingan Dwelling Time yang terjadi di Tanjung Perak hingga mencapai 6 hari tak membuat para Importir Jawa Timur gelisa, pasalnya hal tersebut dianggap tidak ada pengaruhnya pada proses distribusi barang dari dan keluar lapangan penumpukan di Pelabuhan. Hal itu diungkapkan Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jatim, Bambang Sukadi kepada titikkomapost.com, Jumat (16/9/2016).

“Tidak masalah, dan nggak ada pengaruhnya. Kami enjoy saja dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Alasanya, barang yang disimpan sementara waktu di lapangan penumpukan pelabuhan tarifnya lebih murah, dibanding biaya pengangkutan barang ke luar area pelabuhan. Sebab, dalam beberapa kasus, para importir lebih memilih menempatkan barangnya/kontainer di area penumpukan pelabuhan.

“Kami memang tidak segera mengeluarkannya untuk sementara waktu, dibanding kami harus memindahkannya ke luar area pelabuhan yang harus mengeluarkan biaya lebih mahal,” ungkap Bambang…