Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 14, 2016

SYAHBANDAR: BANK PENGUASA KM WIHAN SEJAHTERA HARUS TAHU URGENSINYA KERANGKA KAPAL

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Syahbandar Tanjung Perak kawatir dengan keberadaan kerangka kapal KM Wihan Sejahtera (WS). Pasalnya posisi kapal yang berada di alur APBS sangat berpotensi negatif bagi keselamatan pelayaran kapal-kapal yang memasuki perairan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, hal itu dikatakan Capt. Hari Setyobudi, Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak kepada titikkomapost.com, Kamis (14/4/2016).

Meski sudah masuk waktu bulan lamanya kapal KM WS tenggelam, namun upaya pengangkatan yang diamanhkan undang-undang menjadi tanggung jawab owner sepertinya hanya berputar di masalah hak penguasaan kapal tersebut. Menurut pihak pemilik kapal KM WS sudah menjadi penguasaan pihak Bank, dan pihaknya sendiri sudah merasa tidak ada kemampuan melakukan pengangkatan itu.

"Memang pihak owner sudah tidak mampu melakukan pengangkatan kerangka kapal tersebut, sedang langkah pemerintah mau mengangkatnya diganjal dengan pernyataan pemilik yang mengataklan kapal tersebut dalam penguasaan B…

DISNAKER : PELINDO III (PERSERO) JANGAN JADI CONTOH BURUK PERUSAHAAN SWASTA

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Disnaker kota Surabaya semakin serius mendalami permasalahan perburuhan yang ada di tubuh PT Pelindo III (Persero). Terbukti upaya sidak yang dilakukan di semua anak perusahaan perusahaan BUMN tersebut sedang bergulir, hal itu dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya, Dwi Purnomo kepada titikkomapost.com saat ditemui di ruang kerjannya, Kamis (14/4/2016).

"Kami tidak akan berhenti melakukan pengembangan permasalahan ketenaga kerjaan di pelindo III, pengumpulan data dan melihat langsung semua tenaga kerja yang di salurkan PT PDS di anak perusahaan pelindo III satu persatu sudah kita lakukan bahkan tadi anggota sudah melihat di PT Teluk Lamong," ujar Dwi Purnomo, Kamis (14/4/2016).

Menurut Dwi, permasalahan perburuhan yang ada di PT Pelindo III sangat memprihatikan, pasalnya perusahaan yang nota bene plat merah itu seharusnya bisa menjadi contoh bagi perusahaan swasta yang ada di tanah air ini namun kenyataannya justru berlaku tida…

ALIH FUNGSI NAVIGASI RELOKASI TOWER SROP TANJUNG PERAK

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Distrik Navigasi klas satu Surabaya lakukan relokasi tower setinggi 40 meter yang terletak di area SROP Kalimas kawasan syahbandar Tanjung Perak yang digunakan sebagai penyimpan out door unit (ODU) dan in door unit (ODI) peralatan pendukung kenavigasian. Hal itu dibenarkan Azhar Karim Kepala Pengadaan Kantor Distrik Navigasi Klas I Surabaya kepada titikkomapost.com saat di konfirmasi, Rabu  (13/4/2016).

Tower yang semula berperan sebagai penyimpan peralatan navigasi itu terpaksa harus di pindahkan mengingat fungsinya akan digantikan dengan tower beton yang juga berfungsi sebagai Vessel Traffic System (VTS). Disamping itu kondisi konstruksi besinya masih dalam kondisi baik sehingga masih layak untuk digunakan di SROP daerah lain.

”Rencananya tower itu kita bongkar dan dipindahkan ke area SROP Pasuruan untuk mengantikan tower besi tunggal (mono) yang ada disana,” ujar Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2016).

Menurut Azhar, pemindahan tower itu sengaja dilaku…