Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 19, 2016

BERDALIH KONDISI RICUH KOPERASI TKBM USAHA KARYA PERAK TAHAN UANG KESEJAHTERAAN ANGGOTA

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak terpaksa menahan uang sharing atau bagi hasil untuk kas serikat pekerja buruh pelabuhan Tanjung Perak selama empat bulan terakhir. Menyusulnya terpecahnya buruh pelabuhan yang kini memunculkan dua serikat pekerja.

Dimana sebelumnya seluruh buruh pelabuhan Tanjung Perak tergabung dalam wadah serikat pekerja, yaitu Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI). Namun dalam enam bulan terakhir para buruh ini pecah dan sebagian mendirikan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI).

Menjadi persoalan karena Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Perak selama ini rutin setiap bulan memberikan sharing sebesar 1 persen dari total hasil pendapatan kerja untuk alokasi kesejahteraan 7 persen pendapatan kerja untuk dimasukkan ke kas serikat pekerja pelabuhan.

"Kalau dulu kan cuma ada satu serikat pekerja, yaitu SPMI. Maka selama ini sharing 1 persen ini masuk ke kas SPMI," terang Ketua Umum Koperasi TKBM …