Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 14, 2016

KAPOLDA : MASALAH PENGANIAYAAN GOJEK SERAHKAN SAJA PADA POLISI

JAKARTA[TitikkomaPost.com] Keresahan para pengemudi ojek online Gojek atas penganiayaan yang diderita salah satu rekannya di Wilayah Kemang Jakarta Selatan diharapkan tenang oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Hal itu disampaikan karena aparat sedang melakukan penanganan atas masalah tersebut.

"Saat ini sedang ditangani dan akan dilakukan penyelidikan, informasi awal ada pemukulan dan ada tembakan, tapi bukan di kepala, teknisnya seperti apa nanti akan disampaikan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Minggu (14/2/2016).

Kapolda mohon agar para pengemudi gojek tenang dan menyerahkan permasalahan itu ditangan kepolisian guna dilakukan pengembangan lebih lanjut atas masalah itu.

"Informasi yang di dapat diduga kles antara korban dengan pelaku lantaran emosi saat mengalami kemacetan pada Sabtu sore (13/2/2016)," imbuhnya.

Sedangkan apakah korban itu dipukuli atau ditembak, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Lebih lan…

LAPINDO TETAP LAKUKAN PENGEBORAN MESKI BERDALIH HANYA DI KEDALAMAN 2.600 KAKI

SIDOARJO[TitikKomaPost.com] PT Lapindo Brantas Inc (LBI) tetap melanjutkan dan tidak akan menghentikan rencana pengeboran dua sumur pengembangan TGA 6 dan TGA 10 di Tanggulangin, Sidoarjo. Dari rencana tersebut, Lapindo sudah menetapkan pengeboran dengan kedalaman 2.600 kaki.

“Yang pasti, kami masih melakukan tahapan pengerasan tanah dan belum melakukan aktivitas pengeboran seperti yang diberitakan. Sesuai rencana, kedalamannya pengeboran sumur mencapai 2.600 kaki,” aku Vice President Communications Lapindo Brantas Inc, Hesti Armiwulan dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2016).

Kedalaman tersebut, lanjut Hesti, sudah diperhitungkan dengan matang dan tepat sesuai kebutuhan gas yang dieksplor. Namun sebenarnya, secara teknis, Lapindo bisa mengebor sumur dengan kedalaman lebih dari yang direncanakan.

“Meski secara teknis, pengeboran sumur bisa dilakukan dengan kedalaman 3.200 kaki. Tapi, kami lebih memilih pertimbangan efek sosial dan risiko dari proses pengeboran. Jadi, kami lebih memilih pengebora…

OWNER KM WIHAN SEJAHTERA ABAIKAN ATURAN SYAHBANDAR TANJUNG PERAK AMBIL ALIH PENGANGKATAN

SYAHBANDAR TUGASKAN PT PMS LAKUKAN PENGANGKATAN KERANGKA KAPAL

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Meski sudah tiga bulan berlalu, namun kerangka kapal RO-RO KM Wihan Sejahtera tidak juga dilakukan pengangkatan oleh PT Trimitra Samudra selaku pemilik, pasalnya perusahaan yang berkantor di salah satu ruko jalan Perak Timur itu berdalih sudah tidak mampu. Hal itu dibenarkan oleh kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Bay M Hasani yang mengatakan bahwa pihak perusahaan sudah tidak lagi beritikad untuk mengangkatnya.

Menurut Bay, ketidak mampuan perusahaan itu ditunjukkan tatkala batas waktu tanggung jawab pengangkatan kerangka kapal tersebut harus dilakukan oleh pihak pemilik namun kenyataannya hingga diterbitkan peringatan ketiga kali PT Trimitra Samudra tidak meresponnya. Sedangkan berdasarkan aturan KM 71 tahun 2013, 30 hari dari kejadian kapal KM WS itu harus segera diangkat mengingat posisi kapal masuk dalam zona bahaya tingkat satu.

"Bagi kapal-kapal yang tenggelam dan berada …