Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 18, 2015

KEPALA OP TANJUNG PERAK PULANG KABID LALA MELENGGANG KE LUAR NEGERI

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Hendak penuhi undangan dari pemerintah Filipina, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya, Sugeng Wibowo yang semula akan berangkat bersama kepala Bidang Lalulintas Laut (Bid Lala), Operasi dan Usaha Kepelabuhanan, Hernadi Tri Cahyanto terpaksa terhenti langkahnya di bandara. Pasalnya perintah Dirjen mengharuskan membatalkan keberangkatannya ke luar negeri.Takpelak membuat sang kabid melenggang sendirian.

Terhentinya perjalanan kepala OP Tanjung Perak itu disebut-sebut pusat memberi peluang bawahannya yang membidangi lalulintas laut mulus menuju Filipina guna menambah pengalaman untuk menunjang kariernya. "Beritannya pak KOP ketika hendak ke Filipina bersama pak kabid lala ditelpon Dirjen agar membatalkan keberangkatannya, sehingga yang berangkat hanya pak Hernadi sendirian," terang salah satu staff Kantor OP yang enggan disebut namanya, Rabu (16/12/2015).

Kondisi itu menjadi issu menarik dikalangan kantor otoritas pelabuhan tanjung pe…

PERKUAT PENGAWASAN ILLEGAL FISHING KKP TAMBAH 4 ARMADA KAPAL

BATAM[TitikKomaPost.com] Guna menekan Illegal Fishing di perairan Indonesia, Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) melakukan penambahan 4 armada kapal pengawas perikanan yang diberi nama lambung kapal pengawas KP Hiu 012,013,014,dan 015.

"Penambahan 4 armada kapal pengawas adalah komitmen KKP untuk mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan dan menekan kerugian negara akibat pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara illegal, terutama yang dilakukan kapal-kapal perikanan asing," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin, , Jumat (18/12/2015).

Dalam pengerjaan keempat kapal tersebut dipercayakan pada galangan lokal yang kwalitasnya tidak kalah dengan buatan luar negeri. Hal itu seirama dengan tujuan pemerintah untuk memberdayakan perusahaan galangan yang ada di Indonesia dengan dikeluarkannya kebijakan fiskal terhadap industri galangan kapal dilakukan dengan tiga cara, yakni bea masuk u…

KPK TETAPKAN RJ LONO SEBAGAI TERSANGKA KASUS KORUPSI PELINDO II

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Dengan dua alat bukti yang dikantongi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tetapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino, sebagai tersangka korupsi kasus pengadaan Quay Container Crane tahun anggaran 2010.

RJ.Lino ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya dalam perkara tersebut.

"Kami telah menemukan dua alat bukti yang cukup dalam proses penyelidikan dan menetapkan RJL (RJ Lino) sebagai tersangka," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/12).

Dasar yang disangkakan itu, Lino diduga melakukan pelanggaran karena telah menunjuk langsung pengadaan 3 Quay Container Crane di Pelindo II.

Atas perbuatannya, Lino dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Ari)