Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 4, 2015

DUKUNG TOL LAUT PELNI SEDIAKAN KAPAL TAHUN 90an

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Lakukan tugas pemerintah dalam melaksanakan program Tol Laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ditanjung Perak luncurkan kapal KM Caraka Niaga Jaya III 32 untuk lakukan pelayaran dengan rute trayek Indonesia bagian Timur.

Kapal milik PT Pelni yang dulunya dioprasikan di luar negeri khususnya Singapore sebagai kapal carter perusahaan setempat itu adalah buatan tahun 90an yang ditarik ke Indonesia untuk mendukung program Tol Laut pemerintah. Diawal pengoperasian ini, pelni menargetkan akan bisa tembus 80 sampai 90 persen dari kapasitas muatan hingga akhir tahun 2015.

"Total container yang bisa dibawah adalah 115 TEUs, namun saat ini baru 9 TEUs sebagai muatan perdana dengan lima tujuan, yaitu 6 ke tual, 2 fak-fak, dan 1 ke tual," ujar Kepala Kantor Cabang PT Pelni Surabaya, Presda Simangangsing, Rabu (4/11/2015) saat melepas kapal tol laut bersama jajaran Syahbandar dan Otoritas pelabuhan serta Pelindo III di dermaga Jamrud Selatan pelabuhan T…

PEMERINTAH TUGASI PELAYARAN NASIONAL JALANKAN TOL LAUT

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Secara bersamaan tiga kapal Tol Laut diresmikan peluncurannya oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersama dengan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, yang dipandunya dari pelabuhan Tanjung Priok untuk dua kapal dari jakarta dan satu kapal dari Tanjung Perak Surabaya, Rabu (4/11/2015).

Hasil kerja barang antara beberapa kementrian dan PT Pelayaran nasional Indonesia (Pelni) itu diharapkan bisa memperkuat pasar dalam negeri. Sebagai parameter, stabilitas harga barang kebutuhan pokok serta barang penting lainnya bisa memengaruhi target fluktuasi harga kurang dari 9% per tahun. "Dan, disparitas harga kurang dari 13,5 persen," jelas Mendag.

Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Pulau Jawa mengakibatkan transportasi laut di Indonesia tidak efisien dan mahal karena tidak adanya muatan balik dari wilayah-wilayah yang pertumbuhan ekonominya rendah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.