Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 3, 2015

HARI RAYA IDUL FITRI 2015 BERPOTENSI BERBEDA

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Penetapan Idul Fitri tahun ini berpotensi berbeda, pasalnya antara organisasi kemasyarakatan islam baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah maupun Persis mempunyai dasar penentuan yang diyakininnya.

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH A Ghozali Masroeri, NU menilai bahwa hitungan hisab bersifat prediktif (masih kira-kira). Kesahihannya (ketepatannya) harus diuji dengan observasi hilal di lapangan (rukyatul hilal bilfi’li). "Setelah menerima hasil penyelenggaraan rukyat di seluruh Indonesia, PBNU akan segera mengikhbarkan kepastian Idul Fitri 1436 H/2015," tuturnya saat konferensi pers, Kamis (2/7/2015) di lantai 5 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta.

Kiai Ghozali Masreori menjelaskan, berdasarkan data hisab LF PBNU, posisi hilal pada tanggal 29 Ramadhan 1436 H yang bertepatan dengan 16 Juli 2015 berada pada ketinggian 03 derajat 01 menit 58,9 detik, jarak busur 05 derajat 43 menit 58 detik, dan umur hilal 09 jam 26 menit…

TIKET MUDIK DIBATASI PENUMPANG PELNI MENURUN

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Memasuki pertengahan bulan puasa 1436 H tahun 2015 ini, riuhnya para pemudik dengan mengunakan kapal laut nampak terjadi di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Namun volume kepadatan yang diprediksi akan mengalami lonjakan hingga 5% atau sekitar 150 ribu orang itu tidak kelihat pada penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Hal ini diakui oleh general Manager (GM), PT Pelni Cabang Surabaya, Presda Simangasing.

"Prediksi kami, penumpang angkutan Lebaran tahun ini menurun hingga 5- 10 persen dibandingkan tahun 2014 lalu," ujar Presda, Jumat (3/7/2015).

Namun demikian, kata Presda, penurunan jumlah penumpang mudik di kapal Pelni tersebut lebih dikarenakan adanya pembatasan muatan. Alasannya, pembatasan melalui penjualan tiket kapal untuk angkutan Lebaran tahun ini menyangkut layanan keamanan dan kenyamanan para penumpang selama mudik Lebaran.

"Sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan, agar lebih menjamin keselamatan,&qu…

DISAMPING KERUSAKAN MESIN, ANTENA RADIO DIDUGA PENYEBAB JATUHNYA HERCULES C-130

JAKARTA[TitikkomaPost.com] Kecelakaan pesawat Hercules yang terjadi di Medan Selasa lalu sebenarnya bisa dihindarkan, karena secara teknis perawatan pesawat dilakukan dengan baik sehingga masih layak terbang. Hal ini dikatakan, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Udara, Marsma Dwi Badarwanto,

Menurut Badarwanto, kendala yang diketemukan di lapangan tidak menutup kemungkinan faktor penyebab tidak mampunya pesawat melakukan pendarat ulang karena adanya antena radio di lokasi kejadian. Meski Dia tidak menampik adanya dugaan mesin nomor 4 pada Hercules C-130 milik TNI-AU tersebut.

"Berdasarkan pengalaman penerbang secara teori itu bisa di-recover, karena ketinggiannya masih rendah," tutur Dwi Badarwanto,Kamis (2/7/2015) di Jakarta.

Tapi jika tidak ada antena menurut Badarwanto, dari pengalaman penerbang, kejadian itu bisa diselamatkan. Idealnya, kata dia, pangkalan udara TNI, ring paling luar, berjarak 5 kilometer, tidak ada obstacle atau penghalang."Keberadaan an…