Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 24, 2015

SEMPAT BERLINDUNG DARI HANTAMAN OMBAK KMP SATYA KENCANA TIBA DI KALIANGET

SUMENEP[TitikKomaPost.com] Setelah mengalami kerusaan saat dalam pelayaran, kapal motor penumpang (KMP) Satya Kencana yang berangkat dari Pelabuhan Raas dan sempat berlindung di Pelabuhan Sapudi akibat cuaca buruk, akhirnya tiba dengan selamat di pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur pukul 08.00 WIB, Rabu (24/6/2015).

KMP milik PT. Dharma Dwipa Utama (DDU) yang mengangkut 74 orang penumpang, terdiri dari 63 penumpang dewasa dan 11 penumpang anak-anak itu terpaksa harus sandar di Pelabuhan Sapudi karena ketinggian ombak mencapai 2,5 meter.

"Padahal ketinggian ombak diprediksi antara 0,5-1,5 meter, ternyata mencapai 2,5 meter, jadi kapal terpaksa harus menepi di Sapudi," terang Kepala Cabang PT Dharma Dwipa Utama (DDU) Kalianget, Moh Darmawan.

Menurut Moh Darmawan, kapal berangkat dari pelabuhan Raas pukul 05.30 Wib (Selasa), setelah ditengah perjalanan, kapal dihantam ombak, akhirnya terpaksa harus menepi di Sapudi.

"Harusnya pukul 22.00 Wib, Selasa malam sudah s…

KEPALA DAERAH RAME - RAME LARANG PENGGUNAAN MOBDIN UNTUK MUDIK LEBARAN

BOGOR[TitikKomaPost.com] Kebijakan pelarangan penggunaan mobil dinas (Mobdin) oleh kepala daerah nampaknya berkembang di Nusantara. Pasca pernyataan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, beberapa hari lalu, kini giliran pemerintah kota (Pemkot) Bogor yang melarang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya untuk mengunakan sarana negara itu digunakan untuk kepentingan mudik lebaran.

"Tidak boleh mobil dinas dipakai untuk kepentingan pribadi, kecuali ada kepentingan khusus dan harus melalui izin wali kota," tutur Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Bogor, Rabu (24/6/2015).

Menurut dia, penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi, terlebih lagi dipakai untuk mudik Lebaran jelas tidak boleh dan dilarang, kecuali untuk keperluan umum dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga:WALIKOTA: MOBIL DINAS HARUS PARKIR DI BALAI KOTA SAAT LEBARAN

Usmar memandangi, untuk aktivitas pribadi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, bukan menggunakan kendaraan dinas. Menurutnya, penggunaan mo…

PELAKU PEMBUNUHAN GANG IRAWATI DIBEKUK POLISI

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Satu dari tiga pelakukan pembacokan Sahdi (42), warga jalan Tambak Gringsing Baru III/13 Surabaya hingga tewas, Senin (22/6/2015) berhasil tertangkap.

Abdul alias Adus warga Jl Sidotopo Kidul no 116 adalah salah satu pelaku pembunuhan tersebut ditangkap polisi di kampung halamannya di Ds. Rabasan Kec. Camplong Kab. Sampang Madura, Senin (22/6/2015) setelah melarikan diri. Upaya penangkapan itu dimpinpin langsung Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Aldy Sulaeman.

Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar mengatakan, pasca pembacokan yang dilakukan pelaku yang menyebabkan korban tewas, anggota yang berhasil mengantongi identitasnya langsung melakukan pengejaran.

"Kasat Reskrim yang memimpin pengejaran terhadap pelaku, berhasil mengamankan dikampung halamannya. Ini merupakan kerja keras anggota yang dengan cepat memetakan dan mengantongi identitasna," jelas Lily, Rabu (24/6/2015).

Motif dari pembunuhan tersebut, berawa…

BPOM TEMUKAN JAJANAN PKL BERBORAK DI MASJID AL AKBAR SURABAYA

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pastikan menu takjil Ramadhan nyaman, nikmat, dan sehat, sejumlah pedagang makanan dan minuman (mamin) di pelataran depan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) diperiksa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jatim di Surabaya. Hal ini dilakuakan terkait dugaan beredarnya hidangan buka puasa mengandung campuran bahan berbahaya, jenis borak.

"Dari 12 macam sampling makanan yang kami teliti langsung di lokasi, ada satu jenis makanan ringan (kerupuk, red) mengandung bahan berbahaya," aku Kepala BPOM, I Gusti Ngurah Bagus Kusumawardhana dalam keterangan persnya, Senin (22/6/2015).

Bagus, mengakui kalau pihaknya menemukan makanan ringan jenis kerupuk puli yang diperiksa kandungannya itu dinyatakan tidak layak konsumsi. Pasalnya, kerupuk puli yang dijual untuk keperluan takjil di bulan Ramadhan ini menyimpan campuran borak dalam pembuatannya.

"Borak ini adalah, bahan pengawet berbahaya jika dicampurkan dalam olahan makanan. Jadi, hanya satu, dari…