Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 16, 2015

TIGA MAYAT TERAPUNG DI PERAIRAN MADURA BELUM TERIDENTIFIKASI

SUMENEP[TitikKomaPost.com] Tiga mayat terapung di perairan Madura menggemparkan warga pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mayat yang diduga nelayan setempat itu diperkirakan tenggelam akibat perahunya dihantam kapal pengangkut batu bara yang sedang melintas, Selasa (16/6/2015).

Korban diduga nelayan yang hilang asal Kecamatan Batang-batang, Sumenep, yang tenggelam akibat perahu layar motor (PLM) ditabrak kapal pengangkut batu bara, beberapa waktu lalu.

Korban tersebut, ditemukan pertama kali oleh Shaleh (45), nelayan asal Dusun Cancang, Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, saat mencari ikan di perairan setempat.

"Sekitar pukul 11.30 Wib, saya menemukan sesosok mayat ada didekat perahu, karena saya takut, maka memberi tahu pada nelayan lain yang ada di darat. Tidak lama berselang, korban dievakuasi bersama-sama ke daratan," jelas Shaleh.

Secara bersamaan, sekitar 500 meter dari lokasi penemuan mayat pertama, warga lai…

FAKTUR PAJAK FIKTIF JATIM JEBOL HINGGA Rp 375 Miliar

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Hasil analisa Satuan Tugas (Satgas) penanganan faktur pajak tak berdasarkan transaksi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), menemukan bilangan pajak penghasilan negara (PPN) fiktif yang mencapai Rp 375 miliar. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Intelejen dan Penyidikan DJP, Yuli Kristiyono, di kantor Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jatim, Selasa (16/6/2015).

"Nominal fiktif itu berasal dari 841 pengguna faktur pajak fiktif. Penanganan cepat ini, kami lakukan secara sistematis dan komprehensif atas penerbitan, atau penggunaan faktur pajak fiktif ini," ungkapnya.

Yuli Kristiyono, mengatakan bahwa penggunaan dan atau penertiban faktur pajak fiktif pada dasarnya merupakan perbuatan pidana yang diancam dengan pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

"Di Kanwil DJP Jatim I terklarifikasi 558 WP pengguna transaksi faktur fiktif yang nilainya mencapai Rp 246,85 miliar," ujar Yuli k…

TNI KERAHKAN KAPAL PERANG SISIR HILANGNYA TANKER MALAYSIA

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko perintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi agar membantu pencarian kapal tanker MT Orkim Harmony yang hilang diduga telah dibajak di perairan Aur Malaysia.

"Saya perintahkan Kasal agar instruksikan kepada jajarannya agar bisa ikut berpartisipasi memonitor kapal tersebut," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Mabes TNI Jakarta Timur, Selasa (16/6/2015).

Perintah itu sebagai tindak lanjut dari informasi langsung yang telah diterima oleh Panglima TNI dari Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia yang mengabarkan atas kejadian yang menimpa kapal tanker berbendera Malaysia tersebut.

"Panglima angkatan bersenjata Malaysia tadi malam telpon saya untuk minta bantuan agar bisa ikut mantau hilangnya kapal," jelas Moeldoko.

Sementara itu, Kepala Dispen Armabar Letkol Laut (KH) Miftachurrahman, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari Information Fusion Centre (IFC), kapal tank…

1 RAMADHON 1436 HIJRIAH DITETAPKAN PADA HARI KAMIS (18/6/2015)

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Tidak diketemukannya Hilal dari beberapa titik pantau Ru'yat yang ditetapkan di seluruh penjuru nusantara oleh pemerintah maupun di beberapa negara tetangga guna menentukan kepastian 1 Ramadhon 1436 Hijriah membuat pemerintah melalui sidang isbat yang digelar di gedung Kementrian Agama, Selasa (16/6/2015) malam berkeyakinan bahwa Ramadhon tahun ini ditetapkan pada hari kamis (18/6/2015) lusa.

Keputusan penetapan awal Ramadan tersebut diungkapkan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Syaifuddin. Dalam penjelasannya, Lukman menunjuk tidak ada satu pun dari 36 pengamat yang diterjukan Kemag di seluruh pelosok Tanah Air yang pada sore ini melihat hilal.

"Tidak ada seorang pun dari petugas Kemag yang dapat melihat hilal. Dengan demikian, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, seluruh peserta sidang isbat menyepakati puasa dijalani serentak pada Kamis, 18 Juni 2015," ungkap Lukman.(Ari)