Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 5, 2015

DAHLAN TERSANDUNG DUGAAN KORUPSI PROYEK GARDU LISTRIK

"Kejaksaan Mulai Periksa Dahlan"

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terkait dugaan dugaan korupsi proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa-Bali- Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp 1,063 triliun. Meski sempat mangkir, namun akhirnya Dia memenuhin panggilan Kejaksaan, Kamis (4/6/2015).

Dahlan menjalani pemeriksaan hampir 9 jam dalam kapasitas sebagai saksi. Ia keluar ruangan penyidik sekitar pukul 19.40 WIB. Baginya ini merupakan pengalaman baru."Menarik juga jadi saksi. Nanti saja ya, nanti,"aku Dahlan didampingi kuasa hukumnya Pieter Talaway di Kejati DKI Jakarta.

Sementara itu, Pieter Talaway menjelaskan bahwa Dahlan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gardu induk sebagai saksi."Ya hari ini pemeriksaan sebagai saksi," jelas Pieter.

Menurut Kajati DKI Jakarta Adi Toegarisman, pemeriksaan Dahlan sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran (KP…

ISTANA AKUI PIDATO JOKOWI DI BLITAR SEBUAH KEKHILAFAN

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Salah penyebutan tempat kelahiran proklamator Bung Karno oleh presiden Joko Widodo saat berpidato di Blitar terus menuai kritikan dari berbagai pihak. Kepala staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menganggap kesalahan ucap itu sebagai hal yang biasa. Menurutnya itu sebuah kekhilafan yang tidak perlu dibesar-besarkan.

"Namanya manusia khilaf, biasa. Masa enggak boleh salah," ujar Luhut di Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis malam (4/6/2015).

Senada, sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, mengatakan Istana Kepresidenan akan segera memberi penjelasan terkait kesalahan pidato Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin lalu (1/6/2015) di Blitar. "Tim komunikasi (Kepresidnena) nanti akan menjelaskan tentang bagaimana kesalahan itu bisa terjadi," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, salah ucap Presiden Joko Widodo saat itu posisi membaca teks pidato yang dibuat bersama-sama t…

PEMERINTAH TARGETKAN MASYARAKAT MISKIN TERIMA Rp 2,9 JUTA PER TAHUN

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Program bantuan sosial bagi rakyat yang kurang beruntung diseluruh Indonesia guna memerangi kemiskinan oleh Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang merupakan tindak lanjut dari pemerintahan yang terdahulu nampaknya gencar dilakukan penyempurnaan agar tepat sasaran.

Kepala Pengendali Klaster I Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Sri Kusumastuti Rahayu, mengatakan ada empat program bantuan sosial (bersyarat maupun tidak bersyarat) yang bisa dinikmati keluarga miskin. Pemerintah akan pastikan dari empat program bantuan sosial yang disalurkan di tahun ini, setiap keluarga miskin bisa menerima uang dan beras minimal senilai Rp 2,9 juta per tahun.

Jenis bantuan yang dikucurkan adalah program beras untuk keluarga miskin (raskin), bantuan siswa miskin (BSM)/Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan program Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

"Program tersebut meru…