Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 26, 2015

KAPOLRI NYATAKAN TIDAK ADA BERAS PLASTIK

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Kepala kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Badrodin Haiti, mempertegas bahwa isu yang berkembang di masyarakat tentang beras plastik dari China itu tidak benar, hal itu didasarkan pada hasil uji beras yang diduga mengandung plastik  telah diumumkan. Dari empat laboratorium yang melakukan pengujian, hanya satu yang menemukan kandungan plastik. Pihak Kepolisian menyimpulkan tak ada senyawa plastik pada beras yang diuji tersebut.

Dari temuan beras yang diduga mengandung plastik itu lalu dilakukan uji laboratorium di empat tempat yaitu; Sucofindo,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dan Kementerian Perdagangan juga melakukan pengujian.

Meski proses uji lab yang dilakukan empat lembaga itu menggunakan metode serta sampel dari tempat yang sama, menurut Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, hasilnya berbeda. Hanya Sucofindo yang menyatakan beras itu positif mengandung bahan plastik.

"Pemeriksaan di…

DI PERAS OKNUM JAKSA 450 Juta HUKUMAN TERDAKWA NARKOBA MASIH TINGGI

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Tidak puas dengan putusan hakim, Stenly (41) yang terjerat kasus narkoba kecewa lantara merasa diplokoto oknum jaksa, pasalnya dia mengaku sudah diperas jaksa sebesar Rp. 450 juta dan sudah menyerahkan uang ke jaksa sebesar Rp. 80 juta ternyata putusan hakim masih dipandang memberatkannya.

Terdakwa Go Ka Yuan alias Ayen alias Stenly (41) hanya bisa tertunduk lesu begitu majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukuman penjara 5 tahun dan 6 bulan, denda Rp. 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

Dalam pembacaan putusan yang digelar di ruang sidang Kartika 2 PN Surabaya, majelis hakim yang diketuahi Musa Arief Aini,SH kekeh dengan putusannya walau terdakwa dan istrinya menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya mengeluarkan uang sebesar Rp 80 juta untuk meringankan hukuman yang akan diterimannya, Selasa (26/5/2015).

Terungkapnya dugaan pemerasan seorang oknum jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini berawal dari kesempatan yang…

DIDUGA AROGAN ANGGOTA DEWAN JATENG TODONG DENGAN PISTOL KULI BANGUNAN

SEMARANG[TitikKomaPost.com] Terkait kabar adanya penodongan terhadap pekerja bangunan oleh salah satu anggota komisi C dengan mengunakan pistol jenis air softgun, Ketua BK DPRD Jateng Kusdilah angkat bicara."Saya baru dengar, masak iya. Harus kita klarifikasi, dari kami juga akan segera berkoordinasi tentang kebenaran hal ini,” ujarnya, Senin (25/5/2015).

Dalam hal ini, pihakya juga menegaskan akan menindak lanjuti dugaan tersebut dengan memanggil seluruh anggota Komisi C termasuk Ketua Asfirla Harisanto alias Bogi. Yakni, dengan meminta keterangan sebagai langkah awal. Sedangkan untuk sanksi terhadap oknum anggota Komisi C yang arogan untuk segera memperhatikan sanksi kedisiplinan.

"BK bentuknya akan memanggil dan meminta keterangan. Untuk saat ini belum kami lakukan," akunya.

Sementara itu, salah satu anggota Komisi C, Bambang Eko Purnomo, mengatakan akan mencari kejelasan dan kebenaran tentang kejadian tersebut. Pihaknya juga dalam waktu dekat akan mengumpulkan anggota…

HAKIM GERAM LITA SANG KASIR KLENYAM-KLENYEM SAAT SIDANG

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Sidang terdakwa kasir UD. Santoso Prestilia Werdi Sari alias Lita (23) atas dakwaan pengelapan keuangan perusahaana berjalan riuh dan kegeraman dari majelis hakim, pasalnya terdakwa sempat plintat - plintut saat di dalam ruang persidangan.

Dalam persidangan yang di gelar di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, terdakwa Prestilia Werdi Sari alias Lita (23) warga Jalan Wonorejo II Surabaya yang tinggal di Perum Griya Candra Mas Blok IJ-71 Sedati Sidoarjo, sedikit membuat kesal ketua majelis hakim yang menyidangkan. Burhanuddin,SH, yang didampingi dua orang hakim anggota tatkala mulai bertanya pada terdakwa sedikit membentaknya, menyilakkan rambut itulah yang membuat hakim jengekel."Terdakwa anda jangan selalu mainkan rambut," tegur Burhanuddin, saat memimpin persidangan, Senin (25/5/2015).

Tak berhenti disitu saja, terdakwa Lita sering sekali memainkan bibirnya sehingga untuk kedua kalinya hakim ketua menegurnya,"Terdakwa kenapa anda mem…