Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 13, 2015

ELPIJI 3 Kg TELAN KORBAN ANAK 7 TAHUN DI BULAK

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun jadi korban ledakan tabung gas Elpiji 3 Kg dirumahnya Jl Bulak Banteng Lor IV/82, Surabaya. Akibat ledakan itu, dia terkapar tragis dan tak sempat tertolong dan akhirnya meninggal dunia, Rabu (13/5/2015).

"Anak itu masih sekolah, kelas 2," ujar salah satu tetanggannya.

Menurut Informasi yang didapat, peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 07.00, Rabu (13/5/2015). Sumber di lokasi mengungkap, ledakan tabung gas 'melon' tersebut terdengar cukup keras. "Saya saja sampai kaget," akunya.

Sementara, hingga kini kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara, guna mengidentifikasi dan evakuasi korban. Selain itu, polisi masih mengambil contoh puing ledakan dari tabung Elpiji tersebut untuk dilakukan penyelidikan. “Masih diidentifikasi,” cetus sumber kepolisian yang enggan disebut namanya.

Terpisah, Assistant Manager External Relation Pertamina MOR V Jatim, Heppy Wulansari s…

WARGA KETURUNAN INDIA KEMPLANG PAJAK Rp 11,1 MILIAR

SEMARANG[TitikKomaPost.com] pihak penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng mendapatkan limpahan berkas perkara dan sekaligus pelaku dugaan penyelewengan pajak dari Direktorat Jendral Pajak Jateng II, Rabu (13/5/2015).

Penyerahan Vinod Kumar Agarwal dan Sasanti Dwi Utami, keduanya menjabat sebagai Direktur CV Lestari Jaya yang diduga melakukan penyelewengan pajak.Tersangka Vinod Kumar yang merupakan warga Indonesia keturunan India itu tinggal di Keluarahan Jetis Kecamatan Jateng Kabupaten Karanganyar. Dia juga sempat mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif untuk DPR RI untuk wilayah daerah pemilihan IV Surakarta melalui Partai Demokrat.

Kepala Kejati Jateng Hartadi menyatakan kedua tersangka dilimpahkan kepada penuntut umum kejati. “Mereka menerbitkan faktur pajak tersendiri, dan menyampaikan surat pemberitahuan yang isinya tidak benar dan tidak lengkap. Kerugian negara mencapai Rp 11,1 miliar,” kata Hartadi kepada wartawan.

Lanjut Hartadi, pengemplangan pajak keduanya d…

PMS WADUL KE DEWAN DAN PEMKAB TERKAIT PROYEK FISIK YANG AMBURADUL DI SAMPANG

SAMPANG[TitikKomaPost.com] Rombongan belasan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Sampang (PMS) Madura, Jawa Timur, rame-rame mendatangi DPRD dan Pemkab Sampang, hal ini mereka lakukan terkait keprihatinannya pada kondisi proyek yang amburadul, Rabu (13/5/2015).

PMS mempersoalkan beberapa proyek fisik yang baru dikerjakan, namun sudah rusak dan tidak ada upaya memperbaiki kembali. “Selama ini, pelaksana lapangan dan SKPD selalu berlindung kepada masa pemeliharaan. Padahal, dana pemeliharaan dikeluarkan, namun proyek yang rusak tidak kunjung diperbaiki,” ungkap Solehoddin Ketua PMS.

Gelar yang dilakukan aktivis PMS tersebut, berangkat dari Lapangan Wijaya Kusuma sebelah timur dan membawa spanduk, poster dan selebaran yang bertuliskan kecaman. Dalam aksinya mereka mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Saat di gedung dewan, mereka diterima oleh anggota Komisi III DPRD Sampang. Setelah dirasa cukup setelah menerima penjelasan dari salah seorang anggota Komisi III …

MESKI MENANG MANTAN WALI KOTA MAKASSAR LEGOWO

" IAS Tak BerkeinginanTuntut KPK"

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Keberuntungan masih berpihak kepada mantan wali kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin, pasalnya status tersangka yang disandangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi padanya dimentahkan pengadilan negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Menurut hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati, KPK tak punya cukup bukti untuk menjerat Ilham sebagai tersangka korupsi. Dia mengatakan bahwa penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah ditemukan dua alat bukti dalam proses penyidikan. Karenanya, penyidikan dianggap tidak sah.

“Dalam persidangan termohon (KPK, red) tidak bisa membuktikan dua alat bukti itu. Oleh karena itu, maka hakim dalam pertimbangannya memutuskan penetapan tersangka Ilham Arief Siradjuddin tidak sah secara hukum,” kata Yuningtya, dalam amar putusannya, Selasa (12/5/2015).

Sebelumnya KPK pada 7 Mei 2014 lalu menjerat Ilham sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek PDAM Kota Makassa…