Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 17, 2015

PEMPROV JATENG OPTIMIS TOL SEMARANG-SOLO RAMPUNG 2017

SEMARANG[TitikKomaPost.com] Rencana proyek pembangunan tol Semarang-Solo yang terkesan lamban menjadi buah bibir banyak kalangan, meski demikian Pemprov Jateng tetap optimis memperkirakan dapat merampungkan mega proyek itu pada 2017. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho K, saat menjadi pembicara dalam ‘Seminar Nasional: Bedah Tol Trans Jawa, Ekspektasi Masyarakat dan Kendala Pembangunan Tol di Jateng’ di aula Bank Jateng Jalan Pemuda Kota Semarang, hari ini (17/2/2015).

Menurut Bambang, penyelesaian proyek pembangunan tol Semarang-Solo sangat lama. Kendala yang masih terus dihadapi yakni proses pembebasan lahan. Namun, lambannya penyelesaian proyek tol itu, sebenarnya tidak dialami dalam proyek tol Semarang-Solo semata tapi juga proyek tol di pantura barat.

“Dari arah barat, tol Pejagan-Pemalang progres baru 42 persen. Ini mungkin masih ada kendala dengan investor. Kemudian, tol Semarang-Solo yang kini progresnya telah mencapai 75,67 persen dan 2017 harus sel…

RUTAN SAMPANG KECOLONGAN, ALASAN KENCING NAPI NGACIR KELUAR

SAMPANG[TitikKomaPost.com] Berdalih minta ijin buang air kecil, Abdul Rohaman Hermansyah, seorang nara pidana (Napi) Klas IIB Rumah Tanahan Negara (Rutan), Kabupaten Sampang, Madura, melarikan diri.

Kepala Satuan Pengamanan Rutan Sampang, Abdus Subir menjelaskan, kaburnya salah satu penghuni Rutan dengan modus minta ijin untuk ke kamar mandi yang letaknya ada disamping, setelah dijinkan oleh petugas yang bersangkutan tidak kembali lagi ke selnya.

“Dia (napi, red) pura-pura ijin buang air kecil kepada petugas, tetapi tidak kembali lagi. Kabur pada hari Kamis 12 Februari 2015, sekitar pukul 12 siang,” ujarnya, Selasa (17/2/2015).

Abdus Subir sendiri menyayangkan tindakan nekat yang dilakukan oleh ARH, menurutnya yang bersangkutan tidak lama lagi akan bebas dari tahanan. Napi yang terjerat kasus perjudian itu sediannya akan bebas nanti 9 maret 2015.

Atas kaburnya salah satu napi rutan sampang itu, pihak rutan akan melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi, sehingga modus-modus yang serupa …

STATUS TERSANGKA, DUA PETINGGI KADIN BELUM DITAHAN

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kasus yang menjerat dua Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadim) Jatim berinisial DKP dan NS yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah senilai Rp 20 miliar hingga kini belum dilakukan penahanan oleh kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Mereka sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun, memang belum ada penahanan,” tutur Kepala Kejaksaan Timggi Jatim, Elvis Johnny di kantornya, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (17/02/2014).

Dalam hal ini, DKP yang merupakan petinggi klub Persebaya Surabaya dan SN yang berstatus PNS Balitbang Jatim tersebut ditetapkan sebangai tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan dana hibah dari Pemprov Jatim tahun 2012 dan 2013 yang dikucurkan lewat Biro Perekonimian kepada Kadin Jatim. Setiap tahun, dana hibah cair Rp 10 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Febrie Adriansyah menambahkan, penetapan tersangka ini terkait dengan upaya penggeledahan di kantor Balitbang Jatim beberapa waktu lalu. Dimana …