Langsung ke konten utama

PANGKALAN PLP SURABAYA TERANCAM AKAN DI GUSUR

" Lokal Strategis Pendukung Tupoksi PLP Sangat Diharapkan "
 

Direktur KPLP, Laksma Pranyoto saat lakukan kunjungan di Surabaya
SURABAYA[TitikKomaPost.com] Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Perak Surabaya akan mengambil alih kembali lokal yang sementara ini digunakan oleh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) alias Sea and Coast Guard di Surabaya. Hal ini terkait akan adanya penambahan sumber daya manusia (SDM) yang ditetapkan pemerintah dalam Putusan Menteri (PM) 23 tahun 2015 guna mendukung besarnya peran dan kerja OP.

Kabarnya, penguasa kawasan darat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu akan mendapat limpahan SDM yang dialihkan dari salah satu bagian yang sebelumnya memperkuat personel di Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Meski masih dalam taraf penataan, namun bertambahnya personil limpahan dari Kesyahbandaran itu tentunya akan membutuhkan ruangan kerja yang luas, sehingga tak pelak penarikan kembali ruangan kerja PLP yang hidup dalam satu gedung dengan OP akan direalisasikan dalam jangka pendek.

Menanggapi hal itu, Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), Laksma Pranyoto, tidak mempermasalahkan pengembangan lokal OP yang nantinya ‘mengusir’ Kantor Pangkalan PLP di Surabaya. Meski demikian, Pranyoto berharap pengembangan SDM OP yang berbuntut kebutuhan lokal itu mefungsikan ruangan lain, namun jika harus terjadi ya apa boleh buat pihaknya tidak keberatan.

"Sebenarnya, kantor yang sekarang ini ditempati, sudah tidak sesuai dengan bidang tugas PLP,” kata Pranyoto.

Perwira aktif TNI AL berpangkat bintang satu ini mengungkapkan, seharusnya Pangkalan PLP berada tidak jauh dari perairan atau laut. Apalagi, kondisi kantor Pangkalan PLP Surabaya yang menempati lantai 3 dan bersebelahan dengan gedung OP, kurang representatif.

“Masak, kami yang selama ini berkecimpung di laut, kantornya menghadap ke darat, apalagi tengah kota. Yang pasti, kami akan mencari tempat yang bisa digunakan sebagai pangkalan. Sekarang, kami sedang mencari dan survei gedung,” jelas alumnus AKABRI tahun 1984 itu.

Disisi lain, Laksamana Pertama TNI AL ini juga melakukan penataan internal di tubuh KPLP yang selama ini kurang menampakkan perannya di dunia kemaritiman. Selain itu, penataan dan pembinaan tersebut guna lebih menyolitkan personel atas kemampuan dalam kinerja dan tugas sesuai amanat Undang-Undang. “Kami memang memiliki harapan, KPLP semakin maju dengan tupoksi yang jelas bidang kerjanya sesuai aturan perundang-undangan yang ada,” ingatnya.

Senada, Wismantono, Kepala Pangkalan PLP Surabaya ini mengakui, sarana dan prasarana KPLP, khususnya di kantor PLP memang belum memenuhi standar. Selain itu, pengawakan dengan jumlah kru yang berkompeten pada masing-masing bidang masih terbilang minim. "Karena, sangat berkaitan dengan koordinasi dengan unsur lain pada saat operasi,” katanya.

Wismantono menambahkan, sesuai program revitalisasi KPLP, akan ada tambahan beberapa pangkalan di Surabaya dengan sub-sub unitnya. Kedepan, dari 5 pangkalan di Indonesia akan ditambah 5 pangkalan lagi, termasuk di Pangkalan PLP di Surabaya. “Terkait strukturalnya, masih dalam penataan,” ujarnya.

Lanjut Wismantono, untuk mendukung lingkup kerja dengan pengembangan pakangkalan baru di seluruh Indonesia itu nantinya PLP akan diperkuat dengan jajaran kapal patroli yang memadahi, baik jenis kapal negara kelas satu maupun kelas tiga. Disamping itu, kapal-kapal tersebut akan dilengkapi dengan persenjataan guna keamanan baik personil mapun armada dari kemungkinan yang buruk ketika sedang beroprasi di lautan.

"Rencana pembangunan kapal itu hingga tahun 2019 akan dibangun 100 unit kapal jenis klas satu dan tiga untuk ditempatkan seluruh wilayah Indonesia untuk perkuatan armada dan peremajaan kapal yang sudah ada" imbuhnya.

Wismantono juga menambahkan, guna mendukung gerak langkah PLP Surabaya, tahun ini akan mendapat tambahan satu unit armada kapal klas satu. "Diperkirakan akan diserahterimakan akhir Nopember 2015," tandasnya.

Terkait pengalihan kantor nantinya, Wismantono mengatakan kalau pihaknya sudah ada pembicaraan dengan pelindo untuk dapatnya memberikan lokal untuk digunakan oprasional PLP. "Pelindo akan memberikan salah satu lokal dengan perairan yang akan digunakan sebagai kantor pangkalan PLP," pungkasnya.(RG)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INAMPA Ancam Pandu Tidak Akan Layani Kapal Tidak Laik

BALIKPAPAN – Pasca kejadian kecelakaan kerja yang berturut-turut menimpa Pandu dalam tiga bulan terakhir nampaknya menjadi perhatian serius INAMPA sehingga memaksa melayangkan surat kepada Dirjen Perhubungaan Laut Kementerian Perhubungan RI agar menanggapinya. Atas pertimbangan itu, Dirjen Hubla telah mengeluarkan surat edaran no. PP.30/12/20/OP-A Tentang Standarisasi Tangga Pandu.

Presiden Indonesia Maritime Pilots Association (INAMPA),Capt. Pasoroan Herman Harianja mengatakan, melihat kondisi di lapangan yang sering dijumpai dan dialami oleh para Perwira Pandu dimana tangga Pandu yang disiapkan oleh pihak kapal/pelayaran tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Pemerintah maupun IMO/IMPA dan Institusi Internasional lainnya sehingga sangat membahayakan ketika menaikinya, bahkan dari tiga bulan terakhir ini tiga kejadian berturut-turut menimpa pandu maka pihaknya mengambil sikap tegas menyampaikan kepada pemerintah agar ada perhatian yang lebih atas keselamatan khusuanya Pandu dalam…

PENGADUAN: PDAM LAYANI NON STOP 24 MESKI LIBUR

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pastikan kebutuhan air terserap pelanggan dengan baik, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada tetap siaga meski libur lebaran berlangsung. PDAM Surya Sembada Surabaya tidak akan mengurangi pemberian pelayanan pengaduan / teknis sebagaimana biasanya. Demi hal tersebut jajaran direksi berjibaku lakukan sidak langsung terhadap Instalasi Pengelolahan Air Minum (IPAM) dan rumah pompa guna memastikan kualitas, kuantis, dan kontinuitasnya tetap terjaga.

Seperti yang dikatakan Ashari Mardiono Direktur Utama PDAM Surabaya dalam sambutannya diacara buka puasa bersama wartawan dan rekan media di hotel Crown Prince Jl basuki rahmat Surabaya bahwa pihaknya tetap akan memberikan pelayanan seperti sebelumnya hanya saja pelayanan administrasi di liburkan hingga tanggal yang telah ditentukan.

Ashari juga menegaskan bahwa khusus untuk wilayah yang dikeluhkan, mengingat banyak masyarakat Surabaya yang mudik di luar kota Surabaya. PDAM akan menambah kapasitas air di wi…

BERULANG LAGI KECELAKAAN AKIBAT TANGGA PANDU KAPAL

SURABAYA – Ibarat berucap bibir belum kering kejadian kecelakaan kerja yang menimpa petugas Pandu terulang kembali. Kali ini di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dialami Pandu Call Sign 178 tatkala menaiki menaiki tangga pandu kapal MV Amarta Jaya I milik PT Admiral Line dari Station Pandu Karang Jamuang alami putus tali tangga sebelah. Pasalnya surat edaran yang terkait standarisasi tangga pandu yang dikeluarkan Dirjen Hubla nomor PP.30/12/20/DP-17 baru tiga hari itu seakan belum sepenuhnya dipahami oleh pihak pelayaran.
Manajer Pelayanan Kapal PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Capt. Joko Priyono membenarkan saat dikonfirmasi titikkomapost bahwa salah seorang anggota Pandu  Capt. Raharjo Basuki hampir mengalami kecelakaan kerja saat menaiki tangga pandu putus sebelah diatas kapal MV Amarta Jaya I dari station pandu Karang Jamuang pada hari, Jum’at (22/12) sekira pukul 11.35 local time (lt).
“Untungnya petugas pandu selamat, meski sempat bergelantungan karena baru beberap…