Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 8, 2014

BPJS KETENAGAKERJAAN ALAMI TUNGGAKAN TAGIHAN Rp 600 JUTA

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat ada 358 perusahaan di Surabaya belum menyelesaikan kewajiban iuran bulanan atas karyawannya. Dari total perusahaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan tersebut, tercatat tagihan hingga Desember 2014 sebesar Rp 600 juta.

"Bukan swasta saja, tagihan iuran itu juga kami tagihkan ke perusahaan BUMD," jelas Agus Chandra, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejari Surabaya, Senin (8/12/2014).

Agus menjelaskan, nilai tertagih itu adalah iuran tertunggak selama sebulan berjalan sejak awal Desember 2014. Tunggakan pendaftaran dan pembayaran tersebut adalah iuran perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Dalam daftar Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diterima dari beberapa kantor cabang BPJS di Surabaya, sedikitnya ada 358 perusahaan yang masih belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Agus…

KOMISI X DPR MENILAI KEBIJAKAN PENGHENTIAN KURIKULUM 2013 TERBURU-BURU

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya menyesalkan penghentian pemberlakukan Kurikulum 2013 oleh pemerintah karena menurutnya secara substansi bagus untuk membangun karakter dan kompetensi murid.

"Kami sayangkan atas pembatalan (kurikulum 2013) karena terburu-buru yang sebenarnya disusun untuk memperbaiki kurikulum 2006," tutur Teuku Riefky di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Pada dasarnya Kurikulum 2013 agar siswa berkarakter dan memiliki kompetensi yang baik, dibutuhkan dalam era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun Teuku, melihat dalam Kurikulum 2013 memang terdapat kekurangan dalam implementasinya seperti kekurangan pelatihan guru, sarana, dan prasarana, serta sistem penilaian guru yang belum terbiasa.

"Permasalahan teknis harus diselesaikan dengan teknis bukan mundur dengan menerapkan kebijakan lalu," ungkapnya.

Menurut dia, ketidaksiapan guru dalam mengawasi perkembangan anak seharusnya bisa diatasi deng…

DIPERIKSA 7 JAM DUA MANTAN PEJABAT SOLOK BERAKHIR DI TAHANAN

PADANG[TitikKomaPost.com] Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar) resmi menahan dua mantan pejabat dilingkungan Pemkab Solok Selatan (Solsel), setelah menjalani pemeriksaan, Senin (8/12/2014). Keduannya masing-masing Drs. Aswis, M.Si, mantan Sek­reta­ris Dewan (Sekwan) DPRD dan Azwar Hijar, man­tan Kepala Dinas Kese­hatan. Aswis.

Sementara, Aswis resmi dita­han atas kasus pengadaan jasa cleaning service pada sekretariat DPRD Solsel tahun anggaran 2013 dengan total kerugian negara sebesar Rp145 juta.

“Dalam kasus ini, sebe­narnya ada satu orang tersangka lainnya atas nama Gusni Fitri, Direktur CV Riri Prima Jaya, Namun tersangka tidak bisa memenuhi panggilan Kejati Sumbar dengan alasan sakit. Secepatnya akan kita panggil,” kata Kajati Sumbar Sugiyono, melalui Aspidsus Dwi Samudji, Senin (8/12/2014).

Sedangkan, Azwar Hijar, mantan Kepala Dinas Kese­hatan Kabupaten Solsel ditahan dalam kasus yang berbeda. Dia ditahan dalam kasus dugaan pe­nyimpangan peng­…