Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 27, 2014

PESTA SABU KAKAK BERADIK PEGAWAI PEMKAB BANGKALAN MERINGKUK DIPENJARA

BANGKALAN[TitikKomaPost.com] Gara-gara gelar pesta sabu-sabu, Dua orang Pegawai yang masih berstatus THL di lingkungan Pemkab Bangkalan diamankan jajaran Satnarkoba Polres Bangkalan dikamar kosnya, kelurahan Tonjung Kecamanat Burneh Bangkalan

Kedua tersangka Agus Julianto (37) dan Danny Febrianto (34) warga Kabupaten sumenep yang ternyata adalah saudara kakak beradik.

"Kakaknya agus, pegawai di Pengairan, dan adiknya danny, pegawai Dinas kesehatan pemkab bangkalan,"tutur Kabag Humas Polres Bangkalan, Iptu Ibda Rifai, Kamis (27/11/2014).

Namun sayang seorang yang disebut-sebut bernama Godam berhasil melarikan diri dari penggerebekan petugas.

Dalam penggerebekan itu, selain tersangka petugas juga mengamankan barang bukti peralatan hisab berupa bong, sedotan, pipet dan korek api.

Akibat perbuatan mereka, keduannya dijerat pasal 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman selama 4 sampai 12 tahun penjara.Hingga kini keduannya masih dalam pengembangan di Polres Bangkalan.(Helmi)

KAPOLRI MENGANGGAP TUGAS POLRI EDIALNYA DIBAWAH PRESIDEN

"Tanggapi Usulan Menhan kapolri Angkat Bicara"

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Hal ihkwal wacana Menteri Pertahanan Jenderal (Pur) Ryamizard Ryacudu supaya Polri ditempatkan di bawah sebuah kementerian dan bukan langsung di bawah Presiden mendapat tanggapan dari Kapolri Jenderal Sutarman.

"Tugas Polri itu adalah penegakan hukum maka agar tidak ada intervensi dalam penegakan hukum maka yang paling tepat adalah Polri di bawah presiden seperti saat ini," tutur Sutarman, Kamis (27/11/2014).

Namun Sutarman mengingatkan kalau dalam hal ini dia menggarisbawahi dan menekankan pada kalimat "penegakan hukum" saat berkomentar itu.

Pernyataan Ryamizard yang kala itu didampingi sekjen Kementerian Pertahanan Letjen Ediwan Prabowo, mengungkapkan wacana terkait Polri semestinya dibawah kementerian disampaikannya dalam silaturami dengan para pemimpin redaksi (Pemred) yang tergabung dalam Forum Pemred di Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2014) malam. Sementara dari Foru…

EKSPEDISI PT BUANA RAYA PERAK TIMUR 512 HABIS DILALAP API

"Diduga Korslating Arus Pendek PLN Sebagai Pemicu"
SURABAYA[TitikKomaPost.com] PT Buana Raya (BR) ekspedisi kapal laut dan udarayang beralamat di komplek rumah toko (ruko) Perak Timur 512 Blok L 9 Perak Surabaya ludes dilalap si jago merah, hal ini diduga karena terjadi korslating arus pendek PLN yang terjadi di lantai 3, Kamis (27/11/2014).

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 21.05 Wib yang diketahui oleh keamanan komplek ruko yang melihat adanya percikan api diruangan bagian atas dari bangunan berlantai tiga itu. Tak pelak tanpa berpikir panjang Sumiyanto (60) yang sedang bertugas malam itu segera bergegas dengan mengendarai motornya melaporkan pada pangkalan Pemadam Kebakaran PT Pelindo III yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi, sehingga respon armada pemadampun bisa langsung meluncur ke TKP.

"Saat itu saya lihat ada api yang muncul dibagian atas kantor, ndak mikir-mikir lagi langsung saya panggil pemadam yang ada di perak ke pangkalannya,"tutur Sumiyanto.

Da…

PENUMPANG KM JOKOTOLE CEBURKAN DIRI KE LAUT UNTUK AKHIRI HIDUP

"Beban Hidup Alasan Pelaku Nekat Coba Bunuh Diri"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Akibat tertekan hidup yang sangat berat dalam rumah tangganya, Mudji Santoso (44) warga Karang Pilang Balas Klumprik 10 PP 26 RT 9 RW 6 Balas Klumprik Kecamatan Wiyung Surabaya nekat melompat dari atas kapal penyeberangan KM Jokotole milik PT Dharma Lautan Utama (DLU dalam perjalanan dari pelabuhan Ujung Surabaya menuju pelabuhan Kamal Madura, Kamis (27/11/2014) sekitar pukul 17.45 malam.

Laki-laki bapak lima anak yang sehari-hari merupakan pegawai PD Pasar Surya sebagai kasubsi keamanan pasar pakis itu untung nyawanya masih tertolong atas kesigapan crew KM Jokotole yang melakukan pertolongan ditengah laut.

Sesaat sebelum terjun ke laut, pelaku sempat menitipkan pesan nomor phone selulernya kepada salah satu penumpang yang kebetulan ada disebelahnya. hal itu dibenarkan Tedjo Supriyono, Mualim 3 KM Jokotole, "Sebelum melompat ke laut Dia sempat memberi nomor HPnya ke salah satu penumpang yang ada…