Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 21, 2014

KETUA UMUM FSPMI DISUGUHI PERMINTAAN DEMO OLEH BURUH PELABUHAN

'Jumhur; Tunggu Dulu, Itu upaya Terakhir'

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Pekerja buruh pelabuhan desak Ketua Umum Fiderasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI), Moh. Jumhur Hidayat untuk lakukan aksi mogok, hal itu dikarenakan pemerintah dianggap kurang memperhatikan nasib dan kesejahteraan mereka.

"Kami siap dan sudah saatnya kita mogok. Kita minta pak Jumhur setuju langkah yang akan kita ambil ini," teriak salah seorang buruh pada saat Jumhur memberikan sambutan pada acara HUT ke-16 FSPMI, di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Apa yang dikeluhkan mereka sangat beralasan kata jumhur, kondisi dan kesejahteraan para buruh sangatlah memprihatin. Walau begitu saat ini tidaklah kita perlukan untuk mengambil langkah demo, jika nanti pemerintah masih juga tidak bisa memberikan kepastian perubahan nasib para buruh pelabuhan, sebagai langkah terakhir akan kita lakukan.

"Tunggu dulu kalau mau mogok. Saya sebagai ketua umum SFSPMI tidak mengambil langkah perjuangan mogok," …

POLISI PANGGIL PETINGGI PELABUHAN TANJUNG BONANG

"Polres Rembang Lakukan Pengembangan Buntut Penyelundupan Solar Ilegal"

REMBANG[TitikKomaPost.com] Polres Rembang hingga saat ini terus mengembangkan kasus penyelundupan solar ilegal yang terjadi di Pelabuhan Umum Tanjung Bonang Sluke, Sabtu (15/11/2014) pekan lalu. Terbukti, Satreskrim telah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak Pelabuhan Tanjung Bonang.

Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko mengatakan surat panggilan yang ditujukan kepada pihak pelabuhan itu sudah dikirim hari ini . “Kemungkinan pihak pelabuhan akan memenuhi panggilan polisi pada Selasa pekan depan,“jelasnya, Jum'at (21/11/2014).

Eko mengatakan kalau pihaknya memanggil otoritas pelabuhan guna dimintai keterangan terkait kapasitasnya mengeluarkan izin pengisian solar di tugboat (penarik tongkang). Menurut Eko pihak yang dikirim surat panggilan atas nama Dodi, sebagai KUPT Pelabuhan Tanjung Bonang.

lanjut Eko, pihaknya akan terus mendalami potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,…

NELAYAN GRESIK NGAK TAHU TENTANG HARI NELAYAN

GRESIK[TitikKomaPost.com] Kurangnya sosialisasi pengertian Hari Ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014 kepada warga nelayan, ini terlihat sepi suasana kegiatan di kampung-kampung nelayan. Bahkan banyak warga pesisir Gresik yang tidak mengetahui adanya hari Ikan nasional tersebut.

Peringatan hari Ikan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah berdasarkan keputusan Presiden nomor 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional yang ditandatangani mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 24 januari 2014 itu belum mampu memberikan spirit bagi nelayan guna menyadari bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dalam perekonomian bangsa.

Menurut pengankuan nelayan desa Lumpur kecamatan Gresik kabupaten Gresik yang berada di pangkalan Bale Gede dan Bale Cilik, Zuli (40) tidak mengetahui kalau tanggal 21/11 adalah Hari Ikan nasional. perintah belum pernah mensosialisasikan adanya hari ikan trrsebut. Sehingga nwlayan si desa Lumpur nanyak yang tidak tahu.

“Gak ngerti mas…