Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 16, 2014

PENYELUNDUP SABU 1,5 Kg DARI MALAYSIA KANDAS DITANGAN TNI-AL

'Operasi Garda Wibawa 14 Di Perairan Indonesia Sapu Upaya penyelundupan Barang Haram'


NUNUKAN[TitikKomaPost.com] Patroli rutin Prajurit TNI AL dalam gelar operasi Garda Wibawa 14 berhasil menggagalkan penyelundupan 1,5 kilogram sabu-sabu asal Malaysia ke kawasan Nunukan, Kalimantan Utara.

Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan, Letnan Kolonel Pelaut Imam Hidayat, mengatakan minggu (16/11/2014), pihaknya berhasil menangkap upaya penyelundupan narkoba yang dibawa dari Malaysia dengan mengunakan perahu. Dari hasil penangkapan itu, kami berhasil mengamankan tiga orang pelaku dan barang bukti berupa narkoba sebanyak 1,5 Kg.

Ketiga orang yang ditangkap berinisial Sfr Bin Ma (44) selaku motoris perahu cepat asal Makassar, Sulawesi Selatan; Wyd Bin Bah (17), pembantu motoris asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dan Ju Bin Baco (52) seorang TKI di Malaysia.

Penangkapan yang dilakukan patroli AL itu terjadi pada hari Sabtu sekitar pukul 18.30 WITA, saat itu satu perahu cepat melintas sej…

AHLI HUKUM PIDANA LAYAKNYA BERSAKSI BUKAN SEBAGAI SAKSI AHLI DI PERSIDANGAN

'Prof Nur Basuki Hadir di Persidangan Seperti Seorang Yang Sedang Bersaksi'

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kredibilitas Prof. Nur Basuki Minarno sebagai ahli hukum pidana, diragukan terdakwa Soetijono dan kuasa hukumnya. Pasalnya saat dihadirkan di persidangan sebagai saksi ahli, Prof. Nur Basuki Minarno bukannya memberikan pandangan dan kajian hukum layaknya seorang ahli, ia lebih banyak memberikan keterangan layaknya ahli yang sedang bersaksi.

Di persidangan yang digelar Kamis (13/11/2014), ada 3 orang saksi yang dihadirkan Jaksa Djamin selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dua diantaranya adalah saksi ahli dengan keahlian yang berbeda, sedangkan saksi ketiga adalah Yap Lincoln Salim selaku Direktur PT Senopati. Saksi ahli kedua yang dihadirkan JPU itu adalah Ir. Guntur Harianto, ahli pengukuran dari PT. Lensa Informatika.

Persidangan yang digelar di ruang sidang Garuda itu, dihadapan majelis hakim yang diketuai M. Yappi, Prof. Nur Basuki Winarno menerangkan, jika dalam perkara denga…

TINGGALKAN TANJUNG PERAK HANYA SATU PESAN "BUDAYA ADALAH PEMERSATU BANGSA"

'Titip Pesan Buat Penerus dari Kasie tertib Berlayar Kesyahbandaran Tanjung Perak'

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Ingatkan jajaran syahbandar Tanjung Perak Surabaya untuk memperkuat pelayanan kepada pelayaran dengan konsep budaya, mengingat budaya adalah hal penting yang tidak bisa dihilangkan, ini sejalan dengan apa yang juga didengungkan pemerintah bahwa budaya adalah salah satu pilar pemersatu dan pemerkuat bangsa, hal itu diungkapkan Capt H. Renaldo Sjukri mantan Kepala Seksi Tertib Berlayar Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya saat bersilaturahim dengan jajaran SyahbandarTanjung Perak dan instansi terkait yang dihadiri pula awak media dalam acara perpisahan menghantar lepas tugas guna menempati pos barunya di Ditkapel Jakarta yang diadakan di Nur Pacifik Hotel, sabtu malam (15/11/2014).

Menurut Renaldo, ada salah satu budaya baru yang bisa diaplikasikan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti apa yang telah dikutip dari pernyataan menteri perhubung…