Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 14, 2014

TARIF KAPAL PERINTIS BERPOTENSI JADI PERMAINAN PIHAK OPERATOR

"Ketentuan Baku Besaran Tarif Belum Ditentukan Pemerintah"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pemberlakuan tiket penumpang angkutan kapal perintis nampaknya masih abu-abu karena tidak ada ketetapan yang mendasar yang diberlakukan bagi penumpang, hal ini berpotensi adanya permainan dari pihak operator dalam memungut besarnnya apalagi berkenaan dengan barang-barang muatannya.

Menurut Bernard Martin Mastua, PPK Angkutan Laut Perintis Pangkalan Surabaya memang belum ada penetapan besaran tiket baku sesuai dengan trayek yang dikenakan pada penumpang dan barang muatan kapal perintis, namun harga yang diberlakukan oleh operator masih dalam batas kewajaran. Kami sudah memikirkan tentang penentuan dasar tiket perintis untuk disampaikan kepada direktorat.

"Perihal pemberlakuan besaran tiket yang dikenakan pada penumpang sudah sering kita sampaikan dalam rakor perintis,"tuturnya, Jum'at (14/11/2014).

"Setahu saya harga yang berlaku sekarang berdasarkan kebiasaan yang sudah jala…

UJICOBA OPERASI TMTL, PELINDO III TABARAK PERIJINANAN PUSAT

"Pelindo III Terkesan Abaikan Surat Ijin Dirpelpeng"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Uji coba oprasional Terminal Multiporpose Teluk Lamong Rabu (12/11/2014) mengundang pertannyaan beberapa kalangan, hal ini didasarkan pada kegiatan pembongkaran kapal MV Intan Daya 4 yang menurunkan muatannya 156 Box kontainer dan dilanjutkan menaikkan 134 Box sebagai kegiatan menerabas perijinan, pasalnya ijin yang dikantongi pelindo III hanya untuk penyandaran kapal bukan melakukan kegiatan oprasional niaga.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto menegaskan, pelayanan pertama kali secara komersial itu menandakan Terminal Teluk Lamong siap melayani kegiatan bongkar muat barang.

Terminal Teluk Lamong untuk sementara fokus pelayanan petikemas domestik “Hingga akhir tahun 2014 masih difokuskan pada pelayanan petikemas domestik urai Dirut. Sedang untuk petikemas internasional diharapkan bisa dilayanai awal tahun 2015” tambahnya. Lambatnya rencana layanan untuk petikemas internasi…

TERANCAM DIUSIR WARGA RUSUNAWA GUNUNGSARI TAGIH JANJI GUBENUR

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Gara-gara sekitar 4 tahun lamanya tidak memenuhi kewajibannya sebagai penghuni, sebagian penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) diklaim Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, tidak membayar sewa lahan.

Menurut Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Ir Gentur Prihantono SP, akibat tidak membayar selama 4 tahun, negara dirugikan sekitar Rp 1,1 Miliar. "Total pengguni Rusunawa 258 KK, yang menunggak ada 120 KK. Penguni yang belum membayar bervariasi, dari lantai 1 hingga lantai paling atas. Harusnya penghuni ada kewajiban membayar setiap bulan, listrik air dan sampah," akunya pada wartawan, Kamis malam (13/11/2014).

Dikatakan Gentur, bagi penghuni Rusunawa yang membandel, dan tidak membayar, akan diusir. "Kami sering melakukan pendekatan. Kami tetap menghimbau agar penghuni segera membayar tunggakan sewa. Tidak ada deadline. Tetapi, kalau tetap membandel, penghuni kami anjurkan agar segera pindah, mencari tempat y…

POLISI JOTOS WARTAWAN DIMAKASSAR, KAPOLRI MINTA MAAF

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Kapolri Jenderal Sutarman meminta maaf atas apa yang telah dilakukan jajarnnya akibat tindakan meraksak kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Gedung Phinisi, Jalan AP Pettarani, Makassar, yang mengakibatkan pemukulan kepada wartawan.

"Saya minta maaf kepada rekan-rekan wartawan. Tolong disampaikan dan jangan kita perpanjang lagi. Apa pun alasannya hal itu tidak diperbolehkan karena wartawan adalah rekan dan mitra kita,"tuturnya kepada wartawan sebelum upacara HUT Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jumat (14/11/2014).

Sutarman juga memerintahkan investigasi atas kejadian itu agar hal itu tidak terulang kembali diwaktuy yang akan datang. "Saya perintahkan diusut dan dicari solusinya. Saya, sekali lagi, minta maaf dan mohon dimaafkan,"tegasnya.

Sebelumnya Kapolda Sulsel Irjen Anton Setiadi mengatakan jika insiden itu terjadi saat anggotanya emosi setelah Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto terkena panah, Kamis (13/11/2014) sore, saat …