Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 30, 2014

UPAYA OP MENJADI PILOT PROJECT KAPAL PERINTIS

"Rutinitas Pelayaran Sering Terkendala Cuaca Menjadi Pertimbangan Adanya Penyediaan Armada Yang Lebih Besar" 


SURABAYA[TitikKomaPost.com] Dirasa kurang memadahi dalam memberikan pelayanan pengangkutan pelayaran perintis bagi daerah terisolasi, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak sebagai pelaksana angkutan laut perintis pangkalan surabaya (ALPPS) berencana mengajukan kepada pemerintah untuk menganti kapal yang sudah ada menjadi lebih besar ukurannya, hal ini didasarkan bahwa daerah-daerah tersebut merupakan lintasan yang mempunyai ombak extreme.

Bernard Martin Mastua, PPK Angkutan Laut Perintis Pangkalan Surabaya mengatakan bahwa dipandang perlu untuk melakukan penyediaan armada perintis khususnya wilayah pangkalan Surabaya dengan sarana yang lebih besar mengingat lintasan yang dilalui KM Amukti Palapa adalah jalur dengan katagori mempunyai ombak yang kuat.

"Dengan kapal yang lebih besar, otomatis bisa lebih menahan ombak,"tuturnya saat dikonfirmasi diruang kerjanny…

MABUK BERAT ANGGOTA PP DIHAJAR SECURITY GRAND CITY MALLL

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Akibat dihajar hingga babak belur, dalam kondisi mabuk berat, seorang anggota organisasi massa Pemuda Pancasila (PP) akhirnya melapor ke polisi, anggota PP ini sempat disekap.dihajar security Grand City Mall. Surabaya.

Yuska, anggota PP yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan hanya bisa pasrah ketika mendatangi kantor polisi Polsek Genteng. Dalam keadaan wajah penuh darah dan lebam, ia melaporkan aksi penganiayaan yang dialaminya, Rabu (29/10/2014).

Di saat Yuska membuat laporan di kantor polisi, sejumlah anggota PP yang mendengar aksi penganiayaan itu, mendatangi Grand City Mall. Anggota PP yang mendatangi Grand City Mall ini tidak terima terhadap tindakan arogan dan semena-mena yang telah dilakukan security Grand City Mall pada saat itu.

Tidak hanya ingin mencari oknum security Grand City Mall yang sudah bertindak arogan dengan memukuli rekannya, sejumlah anggota PP yang mendatangi pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Selatan ini tidak terima ata…

SECARA EFISIENSI KAPAL PERINTIS MEMUNGKINKAN UNTUK PENUMPANG DAN BARANG

"Faktor Keterbatas kapal Yang menyinggahi Daerah Non Bisnis Membuat Pasokan Kebutuhan Pokok Masyarakat Kepulauan Kurang"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Keselamatan dan keamanan kapal standart yang tertuang dalam SOLAS yang membagi kapal dalam dua kategori yaitu penumpang dan barang nampaknya tidak berlaku di pelayaran nusantara khususnya Pelni dan Perintis. Atas kapal angkut penumpang itu diberi kebijakan oleh pemerintah untuk mengkombinasi keduannya diatur dalam PM 93 tahun 2013 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan angkutan laut.

Salah satu pertimbangan yang memungkinkan adalah efisiensi mengingat keterbatasan kapal-kapal cargo yang memasuki daerah diseluruh nusantara. Seperti perintis akan mubajir kalau hanya membawa penumpang saja sedangkan kebutuhan bahan pokok penduduk yang menjadi tujuan sandarnya sangat membutuhkan pasokan barang kebutuhan mereka.

Selama ini hanya kapal perintis yang dapat mencapai daerah-daerah itu, hal itu terjadi karena daerah itu kurang mempunyai nil…

PEMBANGUNAN SALURAN SENILAI Rp 3,2 Miliar DIKERJAKAN ASAL-ASALAN

"Diduga Anggaran Yang Ada Diperas Sehingga Kwalitas Pekerjaan Memprihatinkan"SURABAYA[TitikKomaPost.com] Gaya sulap anggaran pembanguanan proyek dengan biaya pemerintah dengan teknik asal-asalan dilakukan kontraktor dalam pembangunan saluran di jalan Kapas Madya, pasalnya pengerjaannya terkesan alakadarnya, hal itu terlihat beberapa aspek keselamatan yang seharusnya mereka perhatikan, ternyata diabaikan.

Aspek keselamatan yang sengaja diabaikan pihak yang membangun saluran di Jalan Kapas Gading Madya ini adalah, tidak dipasangnya lantai kerja sehingga kemiringan galian terhadap tanah hingga 2 persen tidak tercapai.

Berdasarkan data dan analisa civil enginering yang dimiliki surabayaupdate.com menyatakan, Proyek Box Culvert (Beton Pre-Cast U-Gutter) yang berada di Jalan Kapas Gading Madya Surabaya ini dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun anggaran 2014 dengan nilai proyek Rp. Rp. 3.268.403.000,00.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pek…