Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 16, 2014

KUNKER SEBAGAI AJANG PLESIRAN ANGGOTA DEWAN

"Berdalih Guna Sempurnakan Tatib"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kunjungan Kerja (kunker) nampaknya menjadi alasan paling jitu para anggota dewan di negeri ini untuk bisa jalan-jalan dengan dibiayai negara.

Mengambil alasan masih ada beberapa hal dalam tata tertib yang harus dikonsultasikan lagi, 11 anggota DPRD Kota Surabaya lakukan kunker. Meski sudah menyelesaikan pembahasan 130 pasal tatib dan 28 pasal tatib tambahan di Undang-Undang No. 17 tahun 2014 tentang MPR,DPR,DPD dan DPRD, para wakil rakyat ini memaksakan diri harus berangkat ke kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.

Bagi para anggota dewan ini, menyelesaikan 130 pasal tatib dan 28 pasal tatib tambahan terkait UU MD3, UU Pilkada dan UU Pemerintahan daerah tersebut masih harus didiskusikan lagi di kantor Kemendagri, walaupun draf pembahasan tatib tersebut telah mereka kirim ke gubernur Jawa Timur, Selasa (14/10), untuk mendapat persetujuan gubernur sehingga dapat dipakai para anggota dewan yang bertu…

KEJARI TANJUNG PERAK KUAK DUGAAN KORUPSI DANA BOS DAN BOPDA SEKOLAH MI

"Pendalaman Bukti dan Saksi Pendukung Sedang Dikumpulkan Tim Pidsus"

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak terus mendalami dugaan korupsi dana Bantuan Oprasional Sosial (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) salah satu sekolah Madrasah Ibtida'iyah (MI) di kawasan Surabaya Utara.

Saat ini Kejari Tanjung Perak baru memeriksa satu sekolah dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan BOS dan BOPDA tersebut. Kejaksaan menjadwalkan secepatnya akan memeriksa ke sekolah-sekolah lain.

Diketahui, kasus ini sudah diterima bagian Pidana Khusus Kejari Perak sejak beberapa waktu lalu, setelah tim intelijen mengantongi data dan informasi yang mengindikasikan terjadinya korupsi.

Selanjutnya, tim akan mendalami itu dengan mengorek keterangan dari saksi. “Mulai pekan depan kita jadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak sekolah,” kata Bayu Susetyo, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tanjung, Kamis (16/10/2014).

Sedangkan pekan depan, tim penyelidik m…

DIDUGA DIBUNUH, ABK KM DELTA MAS 5 DITEMUKAN TERAPUNG DI KALIMAS

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Ada dugaan Agung Wibowo (30) warga Asrama Simo RT 019/001 desa Mulyohardjo Kecamatan Pati Kabupaten Pati Jawa Tengah ABK kapal ditemukan tewas mengambang di depan pergudangan 611 Kalimas Surabaya, Rabu (15/10/2014) kemarin sekitar pukul 06.45 WIB.

AKP Lily Djafar SH, Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, mengatakan kalau seorang yang diketemukan tewas di kolam Kalimas adalah juru Mudi KM Delta Mas 5. Saat ini penyidik masih meminta keterangan saksi yakni Nahkoda Kapal, Ferdinand Samura (36) dan Mohamad Suhadi (50) ABK bagian olimen. “Korban saat itu bersama temannya, Senin (13/10/2014), mendapat jadwal piket jaga, dibagian atas kapal. Namun sekitar pukul 05.00 Wib, saat Suhadi mematikan lampu kapal, sudah tidak menemukan korban yang dipikirnya sudah tidur didalam kamarnya," terang Lily dilokasi kejadian.

Menurut Lily, meskipun para ABK lainya tidak menemukan korban, mereka tidak berusaha mencari. "Mereka pikir sedang pulang ke tempat kos…

SBY SAMPAIKAN NAMA COLON PIMPINAN KPK KE DEWAN

JAKARTA[TitikKomaPost.com] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerahkan nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil seleksi panitia ke DPR.

"Saya akan langsung teruskan ke DPR RI hari ini," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kamis, saat menerima Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang merekomendasikan Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata menjadi pemimpin lembaga anti-korupsi.

SBYpun mengatakan kalau nama-nama hasil dari penyaringan yang sudah dihasilkan dan direkomendasikan oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin tidak akan ada seleksi lagi."Dua nama ini tidak akan saya ganggu," katanya.

DPR akan membahas rekomendasi itu pada 22 Oktober 2014 hingga 19 Januari 2015.

Presiden mengucapkan terima kasih Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang dinilai telah bekerja secara independen, transparan dan akuntabel.

Ia berharap proses pemilihan penegak hukum yang esensial seperti KPK tidak dijadika…