Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 15, 2014

DEWAN NILAI PROYEK PU AMBURADUL

BANGKALAN[TitikKomapost.com] Ketua Komisi C DPRD Bangkalan, Suytino menilai Proyek Pembangunan Kantor PU cipta karya Dan tata ruang, serta Kantor PU Bina Marga dan pengairan, senilai Rp 10.812.618.000 tak sesuai bestek. “Bantu untuk. Pondasinya ini yang pakai batu untuk urukan, bukan batu untuk pondasi, kalau memang tidak sesuai bestek, ya nanti akan kita suruh bongkar,” kata Suyitno saat sidak pembangunan kantor tersebut, Rabu (15/10/2014)

Dijelaskan dia, dalam sidak yang dilakukan itu, dewan banyak menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spek dalam proyek yang dikerjakan oleh PT Idaman Varia karya itu.”Selain temuan soal batu yang dibuat pondasi, juga besi yang dipakai tidak sesuai dengan ukuran dalam spek. Bangunan ini kan lantai dua, jadi
pondasinya jangan asal-asalan,”. Katanya.

Oleh sebab itu kata Suyitno, karena kondisi pengerjaan proyek masih 40 persen, maka setelah sidak ini, pihaknya akan memanggil rekanan pelaksana ke kantor dewan. “Kita akan memanggil rekanan, akan kit…

SELIMUT PUNGLI DI KELURAHAN LEMPER LOR

SEMARANG[TitikKomaPost.com] Kepala Bidang Aset DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Semarang Satrio Imam memastikan istansinya tidak pernah menginstruksi kepada masyarakat dalam proses pelepasan aset Pemkot Semarang. Menurutnya kasus yang terjadi di Kelurahan Lamper Lor tersebut adalah murni tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum kelurahan.

“Sampai sekarang kami tidak menerima sama sekali, sepeserpun uang dari masyarakat dalam hal pelepasan aset pemkot. Kalau ada pihak yang mengatasnamakan pungutan terhadap pelepasan aset pemkot itu sala besar itu adalah oknum. Kami tidak pernah memfasilitasi sertifikasi massal jika tanpa persetujuan dari DPRD. Sehingga tidak boleh ada itu pungutan-pungutan,” tandasnya.

Mengenai proses pelepasan aset Pemkot Semarang berupa tanah, bangunan, rumah pondok boro dan rumah sewa memang selama ini masih berbenturan dengan pembahasan dan penetapan harga yang diputuskan oleh DPRD. Proses pelepasan aset pemkot memang selama berlangsun…

TIGA KAPAL JUMBO TERANCAM DIUSIR DARI KALIMAS

" Hanya Ditoleransi Melakukan Bongkar Muatanya, Setelah Itu Diperintahkan Untuk Pindah Ke Pelabuhan Luar Mengingat Ukurannya Lebih 55 meter dan GT 500 "

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Pasca diberlakukanya P2K2 Terpadu terminal Kalimas tiga hari lalu akan memaksa bagi kapal-kapal jumbo yang nekat masuk pelabuhan, hal ini tak terkecuali bagi kapal yang sudah terlanjur masuk yang sedang melakukan kegiatan bongkar. Bagi kapal tersebut hanya akan diberi toleransi melakukan pembombangkaran barang muatan, dan setelah itu sesuai aturan maka kapal-kapal lebih dari 55 meter itu akan diusir keluar kalimas, kata Jasri, manager terminal kalimas PT Pelindo III cabang Tanjung Perak.

Dari hasil kesepakatan antara Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, dan Pelindo yang dikukuhkan dalam pelayanan P2K2 Terpadu, maka bila ada kapal berukuran besar lebih dari 55 meter yang masih memaksa masuk kalimas, langkah tegas yang diambil tidak akan ada pelayanan terhadap kapal tersebut, ini sesuai dengan Sistem Pros…