Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 20, 2014

AKSES TROBOSAN DITUTUP SECARA SEPIHAK

" Pelindo tidak lakukan koordinasi dengan Syahbandar "
SURABAYA[TitikKomaPost.com] Akibat penutupan akses masuk menuju ke pusat pelayanan masyarakat dan pegawai menuju kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dari jalan Perak Barat, memaksa institusi pemerintah di jajaran dinas perhungan itu melakukan pembongkaran paksa oleh anggotanya, Kamis (19/6) pagi. Hal ini dilakukan karena penutupan jalan trobosan dengan pagar seng itu dilakuka Pelindo III Cabang Tanjung Perak tanpa ada koordinasi terlebih dahulu.

Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik dan pegawai yang biasanya melewati jalan tersebut menuju kantor Syahbandar terpaksa berbalik arah lagi dan harus kembali memutar lebih jauh melewati jalan Kalimas Baru.

Atas kejadian itu sempat menimbulkan keresahan bagi para dinas luar perusahaan pelayaran dan pegawai di lingkungan kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, karena tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, secara tiba-tiba saja pintu terobosan yang seha…

DIDUGA ACC, DINAS PETERNAKAN JATIM BIARKAN BONGKAR SAPI DI GANTUNG

SURABAYA[TitikKomaPost.com] Kegiatan pembongkaran sapi di pelabuhan Tanjung Perak dengan cara digantung berulang kali masih dilakukan meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Surabaya siap mengeluarkan fatwa. Pelaksanaan pembongkaran ini disinyalir diamini oleh Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, ini terbukti ketika dua orang petugas turun lapangan untuk melakukan pengawasan setelah beberapa saat pengantungan itu dilakukan kembali, Kamis (19/6/2014).

Terkait keberadaan dua orang petugas yang sedang melakukan pengawasan titikkomapost.com menemukan keduanya adalah anggota pengawas keswan Dinas Peternakan Jatim yang berinisial (R) dan (D) setelah kroscek di instansi kehewanan itu. Namun, ketika wartawan titikkomapost.com mencoba untuk konfirmasi terkait hal tersebut kepada salah satu anggota keswan yang operasi saat itu, perempuan berkulit bersih itu engan berkomentar, dan lebih memilih untuk mengusir insan media itu dengan berdalih bahwa harus mengisi buku tamu," Maaf pak, saya ta…