Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 29, 2013

BURUH TUNTUT GAJI Rp 3 JUTA

SURABAYA [TKPost] Ekonomi Jawa Timur bisa terancam lumpuh. Ini menyusul rencana aksi besar-besaran puluhan ribu buruh selama enam hari, dimulai Senin ini (28/10/2013), hingga Sabtu (2/11/2013). 

Mereka mengancam akan mogok nasional jika Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang perhitungan baru upah minimum buruh tidak dicabut. Para buruh menilai inpres tersebut tak sejalan dengan keinginan mereka untuk mendapatkan kenaikan upah layak hingga 50 persen pada 2014 menjadi minimal Rp 3 juta untuk buruh wilayah ring satu (Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik).

Di luar ring satu, para buruh menuntut upah minimal Rp 2 juta. Surabaya sendiri akan menjadi salah satu sentral unjuk rasa wilayah ring satu. Dua lokasi akan menjadi sasaran utama aksi, yakni kantor Gubernur Jatim, Jalan Gubernur Suryo dan gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Juru Bicara Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) Jatim, Jamaluddin, menyatakan bahwa pihaknya akan menunjukkan jika buruh adalah ko…

UNJUK RASA BURUH BERDAMPAK PADA PEREKONOMIAN

SURABAYA [TKPost] Mogok buruh yang rencana akan dilakukan seminggu mulai Senin (28/10) hingga Minggu (2/11) mendatang dikhawatirkan akan berimbas pada perekonomian Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Karena itu, Gus Ipul mewakili Pemerintah Provinsi Jatim mengimbau agar mogok kerja buruh itu tidak dilakukan.

“Meski unjuk rasa merupakan hak buruh, tapi kalau ada cara lain kenapa tidak dilakukan. Apalagi materi yang disampaikan sama,” ujarnya. Menurut dia, tanpa turun ke jalan dan mogok kerja, pihaknya pasti tetap mendengarkan aspirasi buruh dan berusaha mewujudkannya. Jika bisa diputus di Jatim maka Gubernur Jatim Soekarwo sendiri yang akan memberikan kebijakan. Sedangkan jika harus diputus di Pemerintah Pusat maka pihaknya akan memfasilitasi dan menyerahkan tuntutannya ke Jakarta.

Sampai saat ini, kata Gus Ipul itu, pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan elemen buruh serta pihak terkait untuk membahas rencana aksi Senin (28/11) itu. Kenda…

DIBESARKAN MEDIA, SBY KINI BALIK MEMUSUHI

JAKARTA [TKPost] Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dinilai salah mengambil sikap dengan mengajak jajaran Demokrat melawan media. Sikap SBY itu dinilai malah memperburuk citra SBY di mata masyarakat.

"Orang yang sudah besar karena media sekarang memusuhi media. Saya menilai SBY mulai panik sehingga benar-benar bisa langsung berhadapan dengan media. (SBY merasa) kok apa yang saya omongkan selalu salah," kata peneliti senior CSIS, J Kristiadi, di Jakarta, Senin (28/102013).

Sebelumnya, saat memberikan pembekalan kepada sekitar 10.000 pengurus Demokrat dari seluruh Indonesia, SBY menyindir media massa yang tidak memberikan ruang bagi Demokrat dalam pemberitaan. Bahkan, SBY menyebut ada sebagian media yang terus menyerang Demokrat. SBY meminta jajaran Demokrat menghadapi serangan itu.

Kristiadi mengaku terkejut dengan pidato SBY itu. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, SBY telah menyebut dirinya korban pers saat bersilaturahmi dengan Pengurus Pusat Persatuan Wa…